Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 19 Januari 2026 | 19:34 WIB
Demi Kebutuhan Pabrik, DPR Desak ESDM Beri Tambahan Kuota RKAB ke Vale
Karyawan PT Vale Indonesia Tbk. [vale.com]
baca 10 detik
  • Komisi XII DPR RI mendukung PT Vale Indonesia mengajukan revisi RKAB 2026 ke Kementerian ESDM.
  • Vale meminta revisi sebab kuota produksi 2026 hanya disetujui 30 persen dari pengajuan awal.
  • Kekurangan kuota produksi berpotensi menghambat komitmen proyek pembangunan pabrik HPAL Vale pada 2026.

Suara.com - Anggota Komisi XII DPR RI mendukung upaya PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang akan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2026 ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Vale meminta revisi RKAB karena kuota produksi yang diajukan perusahaan untuk 2026 hanya disetujui 30 persen.

"Komisi XII DPR RI dapat memahami permohonan Dirut PT Vale Indonesia TBK untuk mengajukan revisi RKAB 2026 kepada Kementerian ESDM Republik Indonesia sesuai dengan kebutuhan pabrik, pengolahan, dan komitmen lainnya," demikian bunyi salah satu kesimpulan rapat dengar pendapat dengan Vale di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (19/1/2026). 

 Rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dengan Vale di Kompleks Parlemen, Senayan,  Jakarta pada Senin (19/1/2026). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI dengan Vale di Kompleks Parlemen, Senayan,  Jakarta pada Senin (19/1/2026). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Saat rapat berlangsung, Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyebut Kementerian ESDM hanya menyetujui 30 persen dari total kuota RKAB 2026 yang diajukan perusahaan.

"Kuota yang diberikan kepada PT Vale sekitar 30 persen dari apa yang kami minta," kata Bernardus. 

Bernardus tidak mengungkap angka pasti kuota produksi yang ditetapkan Kementerian ESDM. Namun menurutnya angka yang ditetapkan tidak mencukupi. 

"Kemungkinan besar tidak akan bisa memenuhi komitmen-komitmen kami terhadap pabrik-pabrik yang tadi saya jelaskan di atas (sedang dibangun)," ujarnya. 

Dia menjelaskan, Vale saat ini tengah menggarap sejumlah proyek pembangunan  High-Pressure Acid Leaching atau HPAL bersama sejumlah badan usaha swasta. Salah satunya proyek HPAL Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang digarap bersama Huayou dan Ford. Bernardus menyebut pada Agustus 2026 ditargetkan mechanical completion akan dimulai. 

"Jadi kami sudah harus memulai kegiatan penambangan di tahun ini, kemudian di bulan Agustus itu paling tidak sudah ada sekitar stockpile untuk masukan tiga bulan. Dan disebutkan kebutuhan tahunan pabrik HPAL Pomalaa dengan kapasitas 120 ribu ton itu adalah 21 juta ton limonit," katanya menjelaskan. 

baca juga

Kemudian ada juga proyek HPAL Morowali di Sulawesi Tengah yang digarap bersama GEM dan EcoPro, dan mechanical completion  ditargetkan mechanical completion  dimulai pada kuartal IV 2026. Adapun kebutuhannya, sekitar 10,4 juta ton limonit dan 5,5 juta ton saprolit. 

Selain itu, terdapat proyek Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan. Proyek tersebut digarap lewat joint venture dengan Huayou. Mitra ketiganya masih dalam proses proses asesmen, dan ditargetkan rampung pada  pada 2027.

Dalam proyek tersebut akan dibangun fasilitas HPAL di Malili dengan kebutuhan limonit tahunan sekitar 11,5 juta ton untuk kapasitas produksi 60 kiloton. 

Mengingat sejumlah kebutuhan tersebut, Vale berharap Kementerian ESDM dapat merevisi RKAB perusahaan untuk 2026 yang telah disepakati. 

"Jadi mudah-mudahan kami PT Vale bisa mendapatkan kesempatan untuk mengajukan revisi RKAB dan juga mendapatkan volume yang cukup untuk memenuhi komitmen terhadap partner dan juga komitmen terhadap pemerintahan kami," kata Bernardus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hanya Dapat 30%, Vale Mohon-mohon ke ESDM Agar Tambahkan Kuota RKAB 2026

Hanya Dapat 30%, Vale Mohon-mohon ke ESDM Agar Tambahkan Kuota RKAB 2026

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 19:23 WIB

Impor BBM 2026 untuk SPBU Swasta Dibuka, Kuota Siapa Paling Besar?

Impor BBM 2026 untuk SPBU Swasta Dibuka, Kuota Siapa Paling Besar?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 17:33 WIB

Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai

Dibayangi Risiko Super Glut, ICP Desember 2025 Melandai

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 07:39 WIB

Terkini

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Ratusan Rider Cilik Adu Cepat di JMTB Pushbike Competition 2026: Semua Bawa Pulang Trofi!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:37 WIB

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

4 Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang November 2026, Hoki Terus!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 08:10 WIB

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

Udara Jakarta Masuk Kategori Tak Sehat Pagi Ini, Terburuk Keempat di Indonesia

News | Minggu, 01 November 2026 | 08:04 WIB

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 08:00 WIB

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Cara Membersihkan Mesin Cuci 1 Tabung Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 07:58 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Pemerintah Kucurkan Rp1,235 Triliun, Pemprov Riau Kebagian Rp30 M untuk Karhutla

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 07:43 WIB

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

×