BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai

M Nurhadi

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:25 WIB
BKSL Hadapi Gugatan Pembatalan Perdamaian, Manajemen Bantah Lalai
Sentul City (BKSL)
baca 10 detik
  • PT Sentul City Tbk (BKSL) menghadapi permohonan pembatalan perjanjian perdamaian yang diajukan Eddon Pratama Wijayaputra pada 12 Januari 2026.
  • BKSL membantah tuduhan wanprestasi, menyatakan telah memenuhi seluruh kewajiban sesuai perjanjian homologasi dengan itikad baik.
  • Pembatalan homologasi berpotensi mengakibatkan aset BKSL diawasi Kurator dan mengganggu operasional serta kepercayaan investor.

Suara.com - PT Sentul City Tbk (BKSL) secara resmi mengonfirmasi adanya permohonan pembatalan Perjanjian Perdamaian yang dilayangkan oleh Eddon Pratama Wijayaputra melalui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perkara ini terdaftar dengan nomor 1/Pdt.Sus-Pailit-Pembatalan Perdamaian/2026/PN Niaga Jkt.Pst pada 12 Januari 2026.

Gugatan tersebut muncul setelah pihak pemohon menilai BKSL telah lalai atau melakukan wanprestasi dalam menjalankan kewajiban yang telah disepakati dalam proses homologasi sebelumnya.

Namun, manajemen BKSL secara tegas menepis tuduhan tersebut. Perseroan menyatakan telah melaksanakan seluruh komitmen dengan itikad baik dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang transparan (Good Corporate Governance).

"Perseroan telah memenuhi setiap dan seluruh kewajibannya sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian tersebut," tegas manajemen dalam rilis resminya pada Selasa (20/1/2026).

Sentul City juga menjamin bahwa proses hukum ini tidak bersifat material dan tidak mengganggu stabilitas operasional maupun kesehatan finansial perusahaan.

Analisis Dampak

Apabila Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutuskan untuk mengabulkan permohonan pembatalan perdamaian tersebut, dampaknya akan sangat serius. Berikut analisisnya dari perspektif hukum dan ekonomi:

Secara yuridis, Perjanjian Perdamaian (Homologasi) adalah produk hukum yang mengikat setelah proses PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Berdasarkan Pasal 291 UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU:

baca juga
  • Jika debitur terbukti lalai memenuhi isi perdamaian, maka pengadilan wajib membatalkan perjanjian tersebut. Dampak hukum langsungnya adalah BKSL akan berhadapan dengan hukum kembali.
  • Eksekusi Aset: Seluruh aset perusahaan akan berada di bawah pengawasan Kurator. Manajemen kehilangan hak perdata untuk mengelola harta kekayaan perusahaan, dan proses likuidasi aset akan dimulai untuk melunasi utang kepada seluruh kreditur.
  • Pembatalan ini dapat memicu kreditur lain untuk mengajukan tuntutan serupa, mempercepat runtuhnya struktur hukum yang selama ini melindungi operasional BKSL.

Analisis Secara Ekonomi: Krisis Kepercayaan dan Likuiditas

Dari sisi ekonomi dan pasar modal, dampak yang muncul akan bersifat sistemik:

Proyek-proyek properti yang sedang berjalan di Sentul City berisiko terancam. Kepercayaan konsumen (pembeli rumah) akan anjlok, sehingga menghambat arus kas masuk dari penjualan unit.

Sebagai salah satu pengembang lahan besar, kegagalan BKSL dapat memperburuk sentimen investor terhadap sektor properti secara keseluruhan, terutama terkait kepastian hukum investasi di Indonesia.

Saat ini, manajemen BKSL berupaya meyakinkan para pemangku kepentingan bahwa kondisi perusahaan tetap solid.

Klaim bahwa tuntutan tersebut "tidak material" menunjukkan keyakinan internal bahwa bukti-bukti pelaksanaan kewajiban mereka cukup kuat untuk memenangkan persidangan. 


DISCLAIMER: Investasi pada saham BKSL atau instrumen kripto terkait sektor properti memiliki risiko volatilitas yang dipengaruhi oleh ketidakpastian hukum. Analisis ini bersifat informatif dan bukan merupakan anjuran beli atau jual. Segala keputusan investasi berada di tangan pembaca. Harap berkonsultasi dengan ahli hukum atau penasihat keuangan profesional terkait risiko pailit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik

Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 11:19 WIB

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini, Tapi Masih di Level 9.000

IHSG Terjun Bebas Pagi Ini, Tapi Masih di Level 9.000

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 09:15 WIB

Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Saham Rekomendasi Hari Ini saat IHSG Dibayangi Sentimen Negatif

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Arti Mimpi Tersesat di Jalan atau Hutan dan Tidak Tahu Jalan Pulang

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:12 WIB

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bill Gates Beri Peringatan Keras: 20 Tahun ke Depan Bakal Jadi Masa Paling Mencekam!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:10 WIB

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

RUU Perampasan Aset Dikebut Saat Reses: Habiburokhman Pimpin Panja, Target Desember 2026

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

Kata-kata Bupati Bogor Begitu Tahu Ada Bobotoh Tewas Habis Nonton di Stadion Pakansari

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

Hakim Putuskan Sidang Kasus Febrie Adriansyah Lanjut ke Tahap Pembuktian

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:01 WIB

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

All Brains Welcome: Mengenal Autisme dan Disleksia dengan Cara Menyenangkan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×