Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 21 Januari 2026 | 11:19 WIB
Purbaya Minta Penjelasan BI Kenapa Rupiah Melemah, Akui Aneh Padahal IHSG Naik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di sekitar Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/1/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan heran Rupiah melemah signifikan berbanding terbalik dengan rekor kenaikan IHSG di Jakarta.
  • Menkeu Purbaya menganggap masuknya modal asing ke pasar saham seharusnya mencegah pelemahan Rupiah.
  • Pemerintah optimistis ekonomi membaik melalui kebijakan sinergis Kemenkeu bersama Bank Indonesia dan OJK.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran ketika nilai tukar Rupiah melemah hingga nyaris Rp 17 ribu per Dolar AS. Ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang beberapa kali cetak rekor.

Menkeu Purbaya beralasan kalau IHSG naik karena adanya modal masuk ke pasar saham, tak terkecuali asing. Ia enggan mengomentari karena itu adalah ranah Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter.

"Itu pelan akan menguat. Enggak ada alasan Rupiah melemah ketika modal masuk ke sini. Menurut Anda gimana? Makanya ada yang aneh kan? Anda tanya ke Bank Sentral," kata Purbaya usai ditemui di kawasan kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, dikutip Rabu (21/1/2026).

Bendahara Negara memaparkan kalau tugasnya sebagai otoritas fiskal adalah untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Jika kondisinya terus membaik, maka investor bakal menanamkan modalnya di Indonesia, termasuk asing.

"Anda lihat di pasar modal kan naik kan? Pasar modal enggak mungkin naik kalau enggak ada investor asing yang masuk sini juga. Jadi harusnya kalau lihat dari supply Dollar (AS) harusnya enggak kekurangan nih. Cuma Anda mestinya tanya ke Bank Sentral apa policy-nya, saya enggak tahu," katanya.

Purbaya juga optimistis apabila Pemerintah bisa memperbaiki kondisi ekonomi, maka kurs Rupiah juga cenderung menguat. Lebih lagi mereka Kemenkeu dan BI sudah tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menyinkronkan kebijakan.

Dirinya turut meminta pelaku pasar untuk tidak mengambil posisi spekulatif berlebihan terhadap pelemahan kurs Rupiah.

"Jadi untuk yang spekulator-spekulator, jangan terlalu ambil posisi yang terlalu long. Long itu beli depan, ya. Kira-kira fondasi ekonomi kita akan terus membaik," beber dia.

"Jadi mesin-mesin ekonomi dengan kebijakan yang sinergis antara kita, Bank Sentral, OJK, dan LPS, harusnya mesin-mesin ekonomi kita akan bergerak semua. Pemerintah, swasta, akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih cepat," jelasnya.

Baca Juga: Dolar Masih Kuat, Rupiah Melemah Tipis ke Level Rp16.963

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI