Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram

Achmad Fauzi

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:10 WIB
Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram
Ilustrasi emas Antam. (Dok: Antam)
baca 10 detik
  • Harga emas Antam per 22 Januari 2026 turun Rp15.000, dengan harga jual Rp2.790.000 per gram dan buyback Rp2.635.000 per gram.
  • Emas dunia (XAU/USD) melemah di sesi awal Asia menjadi sekitar $4.790 setelah meredanya ketegangan geopolitik AS-Eropa.
  • Prospek jangka panjang emas tetap *bullish* karena ekspektasi penurunan suku bunga dan pembelian bank sentral tetap ada.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 22 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.790.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia,harga emas Antam itu terjungkal Rp 15.000 dibandingkan hari Rabu, 21 Januari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.635.000 per gram.

Harga buyback itu juga merosot Rp 15.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.

Pekerja menunjukkan perhiasan emas di Kantor Pusat Galeri 24 Pegadaian, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menunjukkan perhiasan emas di Kantor Pusat Galeri 24 Pegadaian, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.445.000
  • Emas 1 Gram Rp 2.790.000
  • Emas 2 gram Rp 5.520.000
  • Emas 3 gram Rp 8.255.000
  • Emas 5 gram Rp 13.725.000
  • Emas 10 gram Rp 27.395.000
  • Emas 25 gram Rp 68.362.000
  • Emas 50 gram Rp 136.645.000
  • Emas 100 gram Rp 273.212.000
  • Emas 250 gram Rp 682.765.000
  • Emas 500 gram Rp 1.365.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.730.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Merosot

Harga emas dunia melemah pada perdagangan awal Asia, Kamis (23/1/2026), setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Logam mulia tertekan seiring meredanya ketegangan geopolitik menyusul pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) memangkas kenaikannya dan diperdagangkan di kisaran 4.790 dolar AS per ons troi pada sesi awal Asia. Emas mundur dari rekor tertinggi di level 4.888 dolar AS setelah Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa serta mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland.

baca juga

Bloomberg melaporkan, Trump menyatakan akan membatalkan rencana pengenaan tarif terhadap barang-barang dari negara Eropa yang menentang ambisinya mengambil alih Greenland. Ia juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat bersama Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) telah membentuk “kerangka kerja kesepakatan masa depan” terkait Greenland.

Harapan tercapainya solusi dalam isu Greenland dinilai berpotensi meredam permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dalam jangka pendek, seiring berkurangnya ketidakpastian geopolitik.

Meski demikian, prospek bullish emas secara umum masih dinilai tetap terjaga. “Harga emas mungkin sedang melambat, tetapi pasar bullish masih tetap utuh — dengan ekspektasi penurunan suku bunga, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral yang membuat risiko tetap condong ke arah kenaikan,” ujar Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Groep NV.

Di sisi lain, pasar juga menilai optimisme tersebut masih bersifat rapuh. Trump belum merinci secara jelas parameter dari “kerangka kerja” kesepakatan Greenland tersebut. Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil, bahkan memperingatkan agar pasar tidak terlalu cepat bereuforia setelah Trump menarik ancaman tarif sebagai alat tawar-menawar geopolitik.

Ia menilai, tanda-tanda meningkatnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa berpotensi kembali mendorong harga emas sebagai aset lindung nilai.

Selain isu geopolitik, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat, termasuk pembacaan akhir Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III, klaim pengangguran mingguan, serta data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang dijadwalkan rilis Kamis ini.

Jika data-data tersebut menunjukkan hasil lebih lemah dari perkiraan, hal itu berpotensi menekan dolar AS dan kembali mendukung penguatan harga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Turun Harga di Logam Mulia, Tak Mampu Tembus Rekor Tertinggi

Emas Antam Turun Harga di Logam Mulia, Tak Mampu Tembus Rekor Tertinggi

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 09:15 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Januari, Tren Lanjutkan Kenaikan Prospek

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Januari, Tren Lanjutkan Kenaikan Prospek

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 08:10 WIB

Harga Emas Lanjutkan Tren Penguatan, di Pegadaian Meroket Berturut-turut

Harga Emas Lanjutkan Tren Penguatan, di Pegadaian Meroket Berturut-turut

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 07:14 WIB

Terkini

Pemerintah Tunggu Surpres RUU Migas, SKK Migas Bisa Berubah

Pemerintah Tunggu Surpres RUU Migas, SKK Migas Bisa Berubah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:09 WIB

ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah

ICRC Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Demi Mencegah Bencana Kemanusiaan Parah

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:08 WIB

Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG

Geger Keracunan MBG, BGN dan Pemkab Pati Evaluasi 172 Dapur SPPG

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2026 | 15:08 WIB

Perbedaan Wardah Powder Foundation Colorfit dan Light Feel untuk Tampilan Flawless Seharian

Perbedaan Wardah Powder Foundation Colorfit dan Light Feel untuk Tampilan Flawless Seharian

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 15:05 WIB

Ancaman El Nino, Menteri ESDM Ungkap Kebakaran Nyaris Capai Kilang Migas di Papua Barat

Ancaman El Nino, Menteri ESDM Ungkap Kebakaran Nyaris Capai Kilang Migas di Papua Barat

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:04 WIB

Hari Ke-4 Pencarian, Tim SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang Cari 5 Jurnalis Hilang

Hari Ke-4 Pencarian, Tim SAR Sisir Pulau Sebesi hingga Pulau Umang Cari 5 Jurnalis Hilang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:04 WIB

Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya Teridentifikasi, Pernah Culik Pilot dan Pembantaian Karyawan

Pelaku Penembakan 3 ASN di Jayawijaya Teridentifikasi, Pernah Culik Pilot dan Pembantaian Karyawan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:03 WIB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Penembakan KKB

Foto | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

7 Tahun Kegelapan: Ketika Rahasia Masa Lalu Menghantui Anak yang Tak Bersalah

7 Tahun Kegelapan: Ketika Rahasia Masa Lalu Menghantui Anak yang Tak Bersalah

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tercekik, 14 Wilayah Diselimuti Udara Tak Sehat

Karhutla Kalimantan Bikin Malaysia Tercekik, 14 Wilayah Diselimuti Udara Tak Sehat

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:00 WIB

×