Saham BBCA Ambyar, Cetak Rekor Terburuk Sejak Era Pandemi COVID-19

M Nurhadi

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15 WIB
Saham BBCA Ambyar, Cetak Rekor Terburuk Sejak Era Pandemi COVID-19
Bank BCA
baca 10 detik
  • Investor asing melakukan aksi jual bersih saham BBCA senilai Rp5,86 triliun selama periode 19 hingga 27 Januari 2026.
  • Penjualan masif asing ini menyebabkan harga saham BBCA merosot tajam sebesar 7,12% atau 575 poin dalam sepekan.
  • Pelemahan BBCA yang disertai volume tinggi turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara signifikan.

Suara.com - Saham perbankan raksasa, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), tengah menghadapi gelombang aksi jual masif oleh investor asing dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Data perdagangan periode 19 hingga 27 Januari 2026 menunjukkan nilai jual bersih (net foreign sell) pada saham BBCA telah mencapai angka fantastis, yakni Rp5,86 triliun.

Menariknya, nilai tekanan jual pada BBCA ini melampaui total net sell asing di seluruh pasar reguler pada periode yang sama, yang tercatat sebesar Rp4,46 triliun.

Akibat gempuran ini, harga saham BBCA telah merosot tajam sebesar 7,12% atau setara penurunan 575 poin dalam waktu singkat.

Analisis Teknikal: Sinyal Bearish Masih Dominan

Secara teknikal, pergerakan harga BBCA saat ini memberikan sinyal kewaspadaan bagi para pemodal. Beberapa poin penting yang perlu dicermati antara lain:

  • Tren Harga: Harga saham BBCA kini bertengger di bawah garis rata-rata bergerak Moving Average (MA) 9 dan MA 50, yang mengonfirmasi bahwa tren penurunan masih menguasai pasar.
  • Struktur Pasar: Saham ini membentuk pola lower high-lower low setelah sebelumnya gagal mempertahankan area support kuat di rentang Rp8.800 hingga Rp9.000.
  • Volume Transaksi: Penurunan harga yang terjadi saat ini dibarengi dengan volume transaksi yang cukup tinggi, menandakan besarnya tekanan distribusi dari pemegang saham besar.

Pada perdagangan Selasa (27/1/2026), aksi jual asing di BBCA belum juga mereda dengan catatan net sell harian mencapai Rp1,1 triliun pada harga rata-rata Rp7.536,3.

Hal ini menjadikan BBCA sebagai pemberat utama laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kinerja IHSG sendiri terpantau sangat dinamis. Meski pada penutupan kemarin indeks sempat berbalik arah dan naik tipis 0,05% ke level 8.980,23, namun tekanan besar kembali muncul pada perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).

baca juga

Pelemahan ekstrem IHSG hari ini karena tertekan respon MSCI terkait free float.

Hingga pukul 11.00 WIB, saham BBCA kembali melorot ke posisi Rp7.050. Penurunan ini mencapai 5% jika dikomparasikan dengan harga pembukaan pagi tadi di level Rp7.500.

Nilai hari ini lebih buruk jika dirunut sejak 2022 silam. Sementara, pada Oktober 2025, BBCA sempat anjlok ke level Rp7.250 - Rp7.375, yang merupakan harga penutupan terendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Pelemahan BBCA ini beriringan dengan kondisi pasar yang mayoritas memerah.

Hingga penutupan sesi I hari ini, tercatat sebanyak 441 saham mengalami penurunan, sementara hanya 232 saham yang menguat, dan 130 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi di bursa terpantau sangat tinggi mencapai Rp15,11 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 2,08 juta kali transaksi, mencerminkan tingginya volatilitas pasar akibat sentimen arus modal keluar.


DISCLAIMER: Saham perbankan seperti BBCA memiliki bobot yang sangat besar terhadap indeks, sehingga fluktuasinya sangat memengaruhi IHSG. Penurunan harga akibat aksi jual asing merupakan bagian dari risiko pasar modal. Artikel ini disusun sebagai referensi berita ekonomi dan bukan merupakan saran untuk melakukan aksi jual atau beli. Selalu pertimbangkan profil risiko dan analisis mandiri sebelum berinvestasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya

IHSG Anjlok 6% Lebih, Rekor Terburuk di Era Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:51 WIB

IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!

IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:26 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Longsor 6 Persen ke Level 8.393

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Longsor 6 Persen ke Level 8.393

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 09:17 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×