Kemenperin Gandeng ADB Bangun Ekosistem Semikonduktor Nasional, Fokus SDM dan Desain Chip

Kamis, 29 Januari 2026 | 12:31 WIB
Kemenperin Gandeng ADB Bangun Ekosistem Semikonduktor Nasional, Fokus SDM dan Desain Chip
Ilustrasi chip. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Kemenperin bekerja sama dengan ADB untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor guna meningkatkan daya saing industri nasional.
  • Pengembangan ekosistem ini penting untuk mengurangi impor dan menopang sektor krusial seperti otomotif dan digitalisasi.
  • Program pengembangan senilai $16,185 juta dalam Blue Book 2025–2029 fokus pada SDM, riset, dan integrasi global.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Asian Development Bank (ADB) untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor nasional. Hal ini dilakukan sebagai strategi memperkuat struktur industri dan meningkatkan daya saing global.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, telah menemui dengan Country Director ADB untuk Indonesia, Bobur Alimov untuk memuluskan kerja sama ini.

Agus mengatakan, industri semikonduktor memiliki peran strategis sebagai fondasi transformasi industri nasional.

Keberadaan semikonduktor dinilai krusial dalam menopang pengembangan sektor elektronika, otomotif, energi, hingga mendorong percepatan digitalisasi industri.

“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik," ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (29/1/2025).

Oleh karena itu, dia menambahkan, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Menurut Agus, kebutuhan semikonduktor di dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru.

Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya kebutuhan komponen berteknologi tinggi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030.

Baca Juga: Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional

Target tersebut menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal, berkelanjutan, serta mampu diproduksi secara kompetitif di dalam negeri.

Di sisi lain, Agus mengungkapkan, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop di pasar domestik masih didominasi produk impor.

Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat industri semikonduktor nasional dari hulu hingga hilir.

Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor yang berlokasi di Batam, serta sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang desain integrated circuit (IC).

Kendati demikian, ekosistem semikonduktor nasional dinilai masih perlu diperkuat secara menyeluruh.

Penguatan tersebut, lanjut Agus, terutama diperlukan pada aspek pengembangan sumber daya manusia, peningkatan riset dan inovasi, serta integrasi industri semikonduktor nasional ke dalam rantai pasok global.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pada pasar global.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Program ini telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029.

Program pengembangan tersebut memiliki nilai pembiayaan sebesar 16,185 juta dolar AS dan dirancang untuk memperkuat fondasi industri semikonduktor nasional secara berkelanjutan.

“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” jelas Agus.

Dalam pertemuan tersebut, ADB menyatakan minat dan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam pengembangan ekosistem semikonduktor nasional.

Dukungan ADB mencakup pendampingan penyusunan readiness criteria hingga feasibility study.

ADB juga akan memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum masuk ke tahap pembiayaan.

Agus pun mengapresiasi komitmen tersebut dan menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

“Kami berharap kerja sama dengan ADB dapat mempercepat terwujudnya ekosistem semikonduktor nasional yang kuat, berdaya saing, dan terintegrasi dengan rantai nilai global, sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor industri berteknologi tinggi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI