Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:46 WIB
Industri Baja Tambah Investasi, Kemenperin Dorong Penguatan Kapasitas Produksi Nasional
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita/(Dok Kemenperin)
  • Kemenperin terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi.
  • Menperin Agus Gumiwang menilai industri baja memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional.
  • Kemenperin mencatat, dalam lima tahun terakhir produksi baja nasional melonjak hampir 98,5 persen dibandingkan 2019 yang masih berada di level 8,5 juta ton. 

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penguatan struktur industri logam nasional guna menopang pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda industrialisasi berkelanjutan. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama atau ground breaking fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 milik PT Tata Metal Lestari di Purwakarta, Jawa Barat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri baja memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, khususnya sebagai penopang sektor-sektor turunan.

“Industri baja nasional memiliki peran strategis dalam upaya mendukung pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, serta penguatan industri turunan seperti permesinan, otomotif, galangan kapal, dan sektor energi,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Kemenperin mencatat, dalam lima tahun terakhir produksi baja nasional melonjak hampir 98,5 persen dibandingkan 2019 yang masih berada di level 8,5 juta ton. Agus menilai capaian tersebut mencerminkan kapasitas industri baja nasional yang terus tumbuh dan kian kompetitif.

“Ini mencerminkan kapasitas industri baja nasional yang terus tumbuh dan semakin kompetitif,” ungkap Agus.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Kemenperin terus mengoptimalkan berbagai kebijakan strategis.

Langkah tersebut meliputi penerapan tindakan pengamanan perdagangan (trade remedies), pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), pengutamaan penggunaan produk dalam negeri, insentif fiskal, serta penerapan prinsip industri hijau.

“Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan utilisasi industri baja nasional secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk baja dalam negeri di pasar domestik maupun ekspor,” tutur Agus.

Ia menyebut pembangunan fasilitas CGL 2 dinilai sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penguatan kemandirian industri dan hilirisasi.

Direktur Industri Logam Kemenperin Dodiet Prasetyo menyebut proyek ini berpotensi memberi kontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia mewakili Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta dalam acara tersebut.

“Kami berharap fasilitas ini dapat beroperasi optimal, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri dalam negeri,” ujar Dodiet.

Ia menambahkan, pembangunan CGL 2 diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja dari hulu hingga hilir.

“Melalui proyek ini tentu akan meningkatkan daya saing nasional, menciptakan job creation, dan juga pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Dodiet.

Pada kesempatan yang sama, VP of Operations PT Tata Metal Lestari Stephanus Koeswandi menyampaikan pembangunan CGL 2 menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperkuat industri antara atau midstream baja nasional.

“Industri antara memiliki peran krusial sebagai penghubung antara industri hulu dan hilir. Tanpa sektor ini yang kuat, rantai pasok akan rapuh dan ketergantungan impor terus tinggi,” ungkap Stephanus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia Gelap di Balik Kenyalnya Siomay Berbahan Ikan Sapu-Sapu, Seberapa Berbahaya?

Rahasia Gelap di Balik Kenyalnya Siomay Berbahan Ikan Sapu-Sapu, Seberapa Berbahaya?

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:15 WIB

Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan

Ubisoft Lakukan PHK Massal, 6 Proyek Game Besar Dibatalkan

Tekno | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:12 WIB

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Emas Antam Terbang ke Level Tertinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2.967.000/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 10:47 WIB

Terkini

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:18 WIB

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:54 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:43 WIB

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:41 WIB

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:39 WIB

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:02 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB