Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 29 Januari 2026 | 19:41 WIB
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
Anak-anak pengungsi di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]
baca 10 detik
  • Kabupaten Aceh Besar ditetapkan pulih normal pascabencana karena dampaknya ringan, berbeda dari wilayah Aceh lainnya.
  • Dampak bencana di Aceh Besar mayoritas hanya berupa genangan air, tidak seperti daerah lain yang mengalami endapan lumpur parah.
  • Keputusan status normal oleh Satgas didasarkan pemenuhan seluruh indikator pemulihan sarana dan prasarana daerah tersebut.

Suara.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menyatakan Kabupaten Aceh Besar menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Aceh yang telah masuk kategori pulih normal pascabencana alam.

Direktur Jenderal Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri sekaligus Juru Bicara Satgas, Amran menyampaikan Aceh Besar sejak awal mengalami dampak bencana yang relatif tidak terlalu parah dibandingkan daerah lain.

"Kalau untuk di Aceh, Provinsi Aceh, memang yang dari awal sudah langsung pulih secara keseluruhan adalah Aceh Besar," ujar Amran saat konferensi pers, di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Kayu-kayu besar diduga milik korporasi bergelimpangan setelah terbawa banjjir di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]
Kayu-kayu besar diduga milik korporasi bergelimpangan setelah terbawa banjjir di Gampong Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. [Suara.com/Iskandar]

Ia menjelaskan, kondisi di Aceh Besar berbeda dengan wilayah terdampak lainnya. Jika di daerah lain terjadi endapan lumpur yang cukup parah, di Aceh Besar dampak bencana lebih didominasi oleh genangan air.

"Karena memang kondisi wilayah terdampak tidak terlalu parah. Gambarannya adalah kalau di tempat lain lumpur masuk, maka di Aceh Besar hanya air," kata Amran.

Dengan kondisi tersebut, pemulihan sarana dan prasarana di Aceh Besar dapat dilakukan lebih cepat. Namun demikian, Satgas masih terus memantau perkembangan daerah lain di Aceh.

Amran menegaskan, penetapan status normal dilakukan berdasarkan sejumlah indikator. Pemerintah akan menyatakan suatu daerah pulih sepenuhnya setelah seluruh indikator tersebut terpenuhi.

:Kita akan lihat perkembangannya setelah semuanya 100 persen terpenuhi, baru bisa dikatakan bahwa sudah normal," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga

PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:55 WIB

BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku

BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 18:37 WIB

Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 18:34 WIB

Terkini

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

Diduga Bawa Petasan dan Sajam Saat Demo 28 Oktober, 19 Orang Ditangkap Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Urutan Skincare Hanasui Pagi dan Malam untuk Kencangkan Wajah di Usia 40 Tahun

Urutan Skincare Hanasui Pagi dan Malam untuk Kencangkan Wajah di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Daftar Pasangan Shio yang Pantang Menikah Menurut Feng Shui, Konon Sering Bentrok

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Piala Panglima TNI Esports Championship 2026 Dorong Pembinaan Atlet dari Daerah hingga Nasional

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Forum ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Arsitektur Energi ASEAN Untuk Generasi Mendatang

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:46 WIB

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

Perjalanan Alvin Tedjo, WNI Keturunan Minang Jadi Wali Kota di Kanada

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

4 Hydrating Sunscreen Buat Lindungi Kulit dari Sinar UV dan Jaga Kelembapan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

Kemenkes Sebut Hoaks Imunisasi Paling Banyak, Picu Keraguan Orang Tua

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:44 WIB

×