Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 28 Januari 2026 | 18:55 WIB
PU Kebut Normalisasi Sungai Aek Doras, Upaya Redam Ancaman Banjir di Sibolga
Klaster kelapa sawit, tambang emas dan industri kertas dinilai turut memperparah banjir Sumatera Utara. Foto: Permukiman warga terdampak banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). BPBD Tapanuli Selatan mencatat hingga Sabtu (29/11) sebanyak 43 korban meninggal dunia di wilayahnya akibat banjir bandang pada Selasa (25/11/2025). [Antara]
  • Kementerian PU fokus memulihkan infrastruktur SDA Sumatera Utara dengan normalisasi Sungai Aek Doras di Sibolga pascabencana.
  • Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung pada Jumat (23/1/2026) untuk memastikan pengerukan sedimen berjalan optimal.
  • BBWS Sumatera II Medan menangani paralel sungai lain seperti Aek Habil, Aek Tukka, Aek Hajoran, Aek Garoga, dan Batang Toru.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pemulihan infrastruktur sumber daya air (SDA) pascabencana di Sumatera Utara. Salah satu fokus penanganan dilakukan melalui normalisasi sedimentasi dan pembukaan kembali alur Sungai Aek Doras di Kota Sibolga.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi risiko banjir sekaligus upaya memulihkan fungsi sungai yang terdampak material sedimen akibat bencana. Pendangkalan di Sungai Aek Doras dinilai cukup signifikan sehingga mengurangi kapasitas tampung alur sungai.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan limpasan air ke kawasan permukiman warga, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, percepatan penanganan terus dilakukan agar risiko banjir dapat ditekan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung proses penanganan sedimentasi Sungai Aek Doras di Sibolga, Jumat (23/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan upaya normalisasi sungai pascabencana berjalan optimal.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau lokasi penanganan banjir di Sungai Aek Garoga, Sumut. [Humas Kementerian PU]
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau lokasi penanganan banjir di Sungai Aek Garoga, Sumut. [Humas Kementerian PU]

"Sedimentasi yang menumpuk harus segera ditangani agar fungsi sungai kembali normal. Normalisasi ini penting untuk menurunkan risiko banjir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat," kata Dody.

Kegiatan normalisasi Sungai Aek Doras dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan. Penanganan dilakukan melalui pengerukan sedimen, penataan ulang alur sungai, serta pengangkutan material hasil pengerukan agar penampang sungai kembali optimal.

Langkah tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran air, menekan potensi genangan, serta memulihkan fungsi sungai sebagai pengendali banjir alami di wilayah tersebut.

Untuk mempercepat pekerjaan di lapangan, BBWS Sumatera II Medan memobilisasi sejumlah peralatan berat. Peralatan tersebut terdiri dari lima unit excavator PC 200, satu unit excavator PC 75, dua unit excavator long arm, satu unit bulldozer, satu unit backhoe loader, serta delapan unit dump truck.

Dalam kunjungannya, Dody juga menginstruksikan agar pelaksanaan normalisasi sungai dikawal secara berkelanjutan. Pengawalan tersebut dinilai penting agar hasil penanganan dapat bertahan dalam jangka menengah sambil menyiapkan langkah pengendalian sungai yang lebih menyeluruh ke depan.

Kementerian PU menegaskan komitmen untuk mempercepat penanganan sungai-sungai terdampak bencana di Sumatera Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons tanggap darurat sekaligus mitigasi risiko bencana dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan teknis, dan keselamatan masyarakat.

Selain Sungai Aek Doras, Kementerian PU melalui BBWS Sumatera II Medan juga melakukan penanganan secara paralel pada sejumlah sungai lain di wilayah terdampak. Sungai Aek Habil ditangani melalui normalisasi sedimentasi dengan dukungan dua unit excavator PC 200.

Kemudian Sungai Aek Tukka ditangani dengan empat unit excavator PC 200. Sementara Sungai Aek Hajoran dilakukan normalisasi serta pembersihan kayu menggunakan satu unit excavator PC 200, dua unit excavator long arm, dan satu unit excavator capit.

Penanganan juga dilakukan di Sungai Aek Garoga dengan dukungan delapan unit excavator PC 200, dua unit excavator long arm, dan satu unit excavator capit. Adapun Sungai Batang Toru ditangani menggunakan tiga unit excavator PC 200 dan satu unit excavator long arm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Kemenperin Akan Guyur Dana Rp 318 Miliar untuk Pulihkan IKM Terdampak Banjir Sumatera

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 18:34 WIB

Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang

Kekeringan Landa Padang, Kementerian PU Respon Cepat Krisis Air di Padang

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 18:22 WIB

Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam

Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB