Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI

Minggu, 01 Februari 2026 | 18:26 WIB
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
Konferensi Pers OJK, BEI, dengan Danantara di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu. [Suara.com/Rina Anggraeni].
Baca 10 detik
  • CEO BPI Danantara, Rosan P Roeslani, akan membahas peningkatan transparansi pasar modal Indonesia dengan MSCI.
  • MSCI mengapresiasi kenaikan free float saham menjadi 15 persen sebagai sinyal perbaikan likuiditas pasar Indonesia.
  • MSCI meminta penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham besar dari 5 persen menjadi sekitar 1-2 persen.

Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P Roeslani membocorkan pembahasan yang akan dibicarakan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Untuk diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bertemu dengan pihak MSCI mengenai pasar modal Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola.

Hal ini, merespons positif langkah-langkah pembenahan pasar dalam meningkatkan kepercayaan investor. 

"Investor menilai kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15 persen sebagai sinyal kuat perbaikan likuiditas dan keterbukaan pasar, yang selama ini menjadi perhatian utama MSCI," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2/2026).

Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Selain itu, MSCI juga meminta Indonesia mengenai penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham besar yang saat ini berada di atas 5 persen.

Menurut Rosan, di sejumlah negara seperti India dan pasar berkembang lain, batas tersebut berada di kisaran 1–2 persen. Penyesuaian ini dinilai penting untuk memperkuat transparansi dan meminimalkan potensi distorsi harga saham.

"Dengan keterbukaan yang lebih rendah, aksi pembentukan harga yang tidak wajar akan semakin sulit karena seluruh pergerakan investor dapat terdeteksi," jelasnya.

Masukan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari evaluasi kebijakan pasar.

Jika direalisasikan, langkah ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor institusional global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam penilaian MSCI.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan

"Rosan optimistis respons positif investor terhadap reformasi yang tengah berjalan akan tercermin pada pergerakan IHSG dalam waktu dekat. Insyaallah, pasar akan kembali ramai dan bergerak lebih sehat," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI