Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 01 Februari 2026 | 18:26 WIB
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
Konferensi Pers OJK, BEI, dengan Danantara di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu. [Suara.com/Rina Anggraeni].
  • CEO BPI Danantara, Rosan P Roeslani, akan membahas peningkatan transparansi pasar modal Indonesia dengan MSCI.
  • MSCI mengapresiasi kenaikan free float saham menjadi 15 persen sebagai sinyal perbaikan likuiditas pasar Indonesia.
  • MSCI meminta penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham besar dari 5 persen menjadi sekitar 1-2 persen.

Suara.com - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P Roeslani membocorkan pembahasan yang akan dibicarakan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Untuk diketahui, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bertemu dengan pihak MSCI mengenai pasar modal Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola.

Hal ini, merespons positif langkah-langkah pembenahan pasar dalam meningkatkan kepercayaan investor. 

"Investor menilai kebijakan peningkatan free float saham menjadi 15 persen sebagai sinyal kuat perbaikan likuiditas dan keterbukaan pasar, yang selama ini menjadi perhatian utama MSCI," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Minggu (1/2/2026).

Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Morgan Stanley Capital International (MSCI)

Selain itu, MSCI juga meminta Indonesia mengenai penurunan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham besar yang saat ini berada di atas 5 persen.

Menurut Rosan, di sejumlah negara seperti India dan pasar berkembang lain, batas tersebut berada di kisaran 1–2 persen. Penyesuaian ini dinilai penting untuk memperkuat transparansi dan meminimalkan potensi distorsi harga saham.

"Dengan keterbukaan yang lebih rendah, aksi pembentukan harga yang tidak wajar akan semakin sulit karena seluruh pergerakan investor dapat terdeteksi," jelasnya.

Masukan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia sebagai bagian dari evaluasi kebijakan pasar.

Jika direalisasikan, langkah ini diyakini dapat meningkatkan kepercayaan investor institusional global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam penilaian MSCI.

"Rosan optimistis respons positif investor terhadap reformasi yang tengah berjalan akan tercermin pada pergerakan IHSG dalam waktu dekat. Insyaallah, pasar akan kembali ramai dan bergerak lebih sehat," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan

IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 17:10 WIB

Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara

Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:42 WIB

AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten

AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB