Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 02 Februari 2026 | 18:17 WIB
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
Pandu Sjahrir, CIO Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa istilah keren "uninvestability" ini sebenarnya merujuk pada apa yang di pasar lokal kita kenal sebagai saham gorengan. Desain Aldie-Suara.com
baca 10 detik
  • MSCI membekukan indeks saham RI karena isu transparansi dan praktik saham gorengan.
  • Lima pimpinan OJK & BEI mundur massal usai IHSG anjlok 8% dan tekanan global.
  • OJK buka data pemilik saham hingga 1% dan naikkan free float jadi 15% demi kredibilitas.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada di titik nadir. Pekan pertama Februari 2026 akan dicatat dalam sejarah sebagai periode "paling berdarah" bagi bursa domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak hanya sekadar memerah, tapi seolah kehilangan jangkar. Di tengah kejatuhan indeks yang menyentuh batas pelemahan maksimal 8%, sebuah drama suksesi terjadi secara mendadak dimana lima nakhoda utama, termasuk Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Dirut BEI Iman Rachman, memutuskan mundur berjamaah.

Pertanyaan besarnya bukan lagi "kapan IHSG rebound?", melainkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar hingga para regulator ini memilih meletakkan jabatan?

Pemicu utama kepanikan ini bukanlah sekadar angka di layar monitor, melainkan pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Bagi pengelola dana global, MSCI adalah "kitab suci". Jika MSCI mencabut restunya, triliunan rupiah dana asing (foreign inflow) akan mengalir keluar secara otomatis (forced selling).

MSCI membekukan perlakuan indeks bagi Indonesia karena mencium aroma tidak sedap dalam pembentukan harga saham. Mereka menyoroti struktur kepemilikan saham yang tidak transparan dan fenomena "perdagangan terkoordinasi". Dalam bahasa teknis MSCI, ini disebut uninvestability.

Pandu Sjahrir, CIO Danantara Indonesia, menjelaskan bahwa istilah keren "uninvestability" ini sebenarnya merujuk pada apa yang di pasar lokal kita kenal sebagai saham gorengan.

"Kalau MSCI menyebutnya uninvestability," ujarnya kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Menurut dia saham-saham ini terbang tinggi dengan valuasi selangit dilihat dari rasio Price to Earnings (PER) atau EV to EBITDA yang sama sekali tidak masuk akal jika dibandingkan dengan fundamental kinerjanya.

MSCI merasa dikelabui oleh data free float (saham publik) yang terlihat besar di atas kertas, namun secara de facto dikendalikan oleh segelintir kelompok yang saling terafiliasi.

baca juga

Sadar bahwa integritas bursa sedang dipertaruhkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di bawah kepemimpinan Pejabat Sementara (Pjs) Friderica Widyasari Dewi, langsung tancap gas. Mereka meluncurkan delapan rencana aksi reformasi integritas yang dikelompokkan ke dalam empat pilar utama:

1. Pilar Likuiditas (Operasi Free Float) OJK menaikkan batas minimum free float menjadi 15% dari sebelumnya hanya 7,5%. Ini adalah upaya paksa untuk memastikan saham di pasar benar-benar cair dan dimiliki publik, bukan sekadar "parkir" di tangan pengendali.

2. Pilar Transparansi (Membongkar Topeng Pemilik) Ini adalah poin yang paling ditunggu pasar. Mulai Februari 2026, BEI dan KSEI akan membongkar data kepemilikan saham hingga ke porsi di bawah 5%.

"Dulu data hanya dibuka untuk kepemilikan di atas 5%. Sekarang, OJK akan mengubah aturan agar data pemilik hingga 1% bisa diakses publik," tegas Dirut KSEI Samsul Hidayat.

Langkah ini bertujuan mengungkap siapa sebenarnya Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir yang selama ini bersembunyi di balik nama-nama nomine.

3. Pilar Tata Kelola & Penegakan Hukum BEI akan segera menjalankan proses demutualisasi sesuai mandat UU P2SK. Tujuannya jelas: memisahkan fungsi komersial bursa dengan fungsi pengawasan agar tidak ada benturan kepentingan. Selain itu, penegakan sanksi terhadap manipulasi pasar akan dilakukan lebih agresif. Tak main-main, penyusun laporan keuangan emiten kini wajib menyandang gelar Certified Accountant (CA) untuk menjamin akurasi data finansial.

4. Pilar Sinergitas & Pendalaman Pasar Regulator akan memperluas klasifikasi tipe investor, termasuk kategori baru seperti Sovereign Wealth Fund (SWF), guna menyelaraskan data dengan standar global yang diminta MSCI.

Langkah mundur para petinggi OJK dan BEI bisa dibaca sebagai bentuk tanggung jawab moral atas "teguran keras" dunia internasional. Namun, mundurnya mereka bukan berarti masalah selesai. Justru, beban berat kini berpindah ke pundak para Pejabat Sementara untuk membuktikan kepada MSCI bahwa Indonesia serius berbenah.

MSCI telah memberikan deadline hingga Mei 2026. Jika dalam tiga bulan ke depan tidak ada kemajuan signifikan dalam transparansi data dan pembersihan praktik saham gorengan, Indonesia terancam mengalami penurunan bobot dalam indeks pasar negara berkembang (emerging markets), atau yang terburuk: penurunan status pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG

5 Fakta Pertemuan MSCI dan OJK Hari Ini, Ada Sinyal Positif untuk IHSG

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:41 WIB

Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik

Di Tengah Gejolak IHSG, Saham Fundamental Justru Mulai Dilirik

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:39 WIB

IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok

IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Terendam Banjir, Petani Bawang Merah di Tulungagung Panen Lebih Awal

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Jerome Polin Terkenal karena Apa? Heboh Dibilang Kacang Lupa Kulitnya

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 09:44 WIB

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

271 Sekolah Italia Diancam Bom Beruntun, Polisi Lakukan Evakuasi Massal Darurat

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:43 WIB

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Selat Hormuz Memanas, Industri Petrokimia Nasional Terancam Lumpuh?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:42 WIB

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Menuju Pegadaian 2030, Rakornas SP 2026 Dorong Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:35 WIB

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Naik 300%, Emiten Farmasi PEHA Raup Laba Bersih Rp31,60 M di Kuartal III-2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Jay Idzes Main Penuh saat Sassuolo Tumbang dari Fiorentina

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 09:34 WIB

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

Kepincut Tawaran Bunga Rendah, DKI Usul Ganti Obligasi dengan Pinjaman Lain

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:30 WIB

×