Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 17:18 WIB
IHSG Ambles di Bawah Level 8.000, 753 Saham Anjlok
OJK menyambut rencana Danantara untuk menjadi salah satu pemegang saham PT BEI. IHSG anjlok parah pada 28 dan 29 Januari setelah MSCI mengumumkan menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar modal Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks. [Antara]
  • IHSG ditutup melemah signifikan 4,88 persen ke level 7.922,73 akibat sentimen negatif dan koreksi harga komoditas global.
  • Pelemahan pasar domestik diperparah oleh melemahnya Rupiah terhadap Dolar AS menjadi Rp 16.798.
  • Kondisi pasar global turut menekan IHSG, dipicu kekhawatiran The Fed dan aksi jual emas serta perak.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah tajam pada perdagangan Senin (2/2). IHSG terkoreksi 4,88 persen ke level 7.922,73, seiring masih kuatnya sentimen negatif yang menekan pasar saham domestik.

Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya menyatakan, tekanan terhadap IHSG salah satunya berasal dari koreksi harga komoditas global yang selama ini menjadi penopang utama penguatan indeks.

Selain itu, pelaku pasar juga masih bersikap wait and see terhadap perkembangan langkah otoritas, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang tengah melakukan pertemuan dengan MSCI guna membahas reformasi transparansi pasar modal Indonesia serta upaya mengembalikan kepercayaan investor global.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga bergerak melemah. Rupiah ditutup di level Rp 16.798 per dolar AS di pasar spot, turut menambah tekanan terhadap pergerakan pasar keuangan domestik.

Meski demikian, dari sisi data ekonomi, sejumlah indikator domestik menunjukkan sinyal positif. Indeks PMI Manufacturing Indonesia tercatat naik ke level 52,6 pada Januari 2026 dari sebelumnya 51,2, mengindikasikan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi selama enam bulan berturut-turut.

Surplus neraca perdagangan juga meningkat menjadi USD 2,52 miliar pada Desember 2025, dibandingkan USD 2,24 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 11,64 persen secara tahunan.

Sementara itu, inflasi tercatat berakselerasi menjadi 3,55 persen secara tahunan (YoY) pada Januari 2026. Meski demikian, secara bulanan terjadi deflasi sebesar 0,15 persen (MoM), mencerminkan tekanan harga yang masih relatif terjaga.

Dari kawasan regional, mayoritas indeks saham di bursa Asia juga ditutup melemah pada perdagangan Senin (2/2). Pasar Asia mencermati data aktivitas pabrik di China yang meningkat menjelang libur Tahun Baru Imlek.

Namun, tekanan pasar semakin besar setelah indeks Kospi Korea Selatan anjlok tajam hingga memicu otoritas bursa setempat melakukan trading halt.

Pelemahan pasar global turut dipicu oleh respons negatif atas pencalonan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed selanjutnya, kekhawatiran terbentuknya bubble di sektor kecerdasan buatan (AI), serta aksi jual besar-besaran pada komoditas emas dan perak.

Tekanan jual pada emas dan perak berlanjut pada perdagangan Senin, setelah keduanya mencatat penurunan tajam pada Jumat (30/1) akibat penguatan dolar AS dan aksi profit taking.

Secara teknikal, tekanan terhadap IHSG masih terjaga. Terjadi pelebaran histogram negatif pada indikator MACD yang mengindikasikan pola distribusi. Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.

IHSG masih bertahan di atas level MA200 di kisaran 7.786, namun selama indeks bergerak di bawah level psikologis 8.000, IHSG diperkirakan masih berpotensi menguji area support tersebut.

Trafik Perdagangan

Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 48,09 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,89 juta kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja

Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 16:13 WIB

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 16:00 WIB

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 14:43 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB