- MSCI membekukan indeks saham RI karena isu transparansi dan praktik saham gorengan.
- Lima pimpinan OJK & BEI mundur massal usai IHSG anjlok 8% dan tekanan global.
- OJK buka data pemilik saham hingga 1% dan naikkan free float jadi 15% demi kredibilitas.
4. Pilar Sinergitas & Pendalaman Pasar Regulator akan memperluas klasifikasi tipe investor, termasuk kategori baru seperti Sovereign Wealth Fund (SWF), guna menyelaraskan data dengan standar global yang diminta MSCI.
Langkah mundur para petinggi OJK dan BEI bisa dibaca sebagai bentuk tanggung jawab moral atas "teguran keras" dunia internasional. Namun, mundurnya mereka bukan berarti masalah selesai. Justru, beban berat kini berpindah ke pundak para Pejabat Sementara untuk membuktikan kepada MSCI bahwa Indonesia serius berbenah.
MSCI telah memberikan deadline hingga Mei 2026. Jika dalam tiga bulan ke depan tidak ada kemajuan signifikan dalam transparansi data dan pembersihan praktik saham gorengan, Indonesia terancam mengalami penurunan bobot dalam indeks pasar negara berkembang (emerging markets), atau yang terburuk: penurunan status pasar.