OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:00 WIB
OJK Siap Koreksi Target IPO Usai Free Float Naik 15 Persen
Ilustrasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan arah dalam peta jalan pasar modal Indonesia tahun ini. Foto ist.
baca 10 detik
  • OJK memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan arah dalam peta jalan pasar modal Indonesia tahun ini.
  • OJK menegaskan bahwa kualitas kini menjadi harga mati bagi setiap perusahaan yang ingin melantai di bursa.
  • Kenaikan batas free float hingga dua kali lipat ini diprediksi akan menyaring calon emiten secara alami.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal kuat akan adanya perubahan arah dalam peta jalan pasar modal Indonesia tahun ini.

Otoritas kini membuka ruang untuk merevisi target Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini diambil sebagai konsekuensi logis dari kebijakan strategis kenaikan ambang batas saham publik (free float) yang naik signifikan dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan ini menandai pergeseran paradigma otoritas dari sekadar mengejar angka pertumbuhan emiten menuju penguatan fundamental pasar. Pejabat sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa kualitas kini menjadi harga mati bagi setiap perusahaan yang ingin melantai di bursa.

Ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/2/2026), Hasan Fawzi menjelaskan bahwa revisi target bukanlah bentuk pesimisme, melainkan bagian dari reformasi integritas pasar modal.

"Tentu (ada revisi), tapi sementara kami konfirmasi dalam kondisi keseluruhan reformasi integritas ini, prinsipnya kita akan mengedepankan quality over quantity," ujar Hasan dengan tegas.

Kenaikan batas free float hingga dua kali lipat ini diprediksi akan menyaring calon emiten secara alami. Perusahaan yang melantai di bursa nantinya diharapkan bukan sekadar mencari status "perusahaan publik", tetapi benar-benar memiliki kapasitas untuk menyerap permodalan besar dan memberikan likuiditas yang sehat bagi investor.

Hasan mengakui bahwa penyesuaian ini mungkin akan memberikan dampak jangka pendek terhadap jumlah emiten baru. Namun, ia optimis bahwa dalam jangka panjang, standar baru ini akan menempatkan Bursa Efek Indonesia sejajar dengan bursa-bursa utama dunia.

"Ini semua baik, dan menjadi standar yang berlaku juga di best practice internasional. Mendorong porsi free float yang lebih besar adalah tujuan bersama seluruh bursa global untuk menghadirkan daya tarik (attractiveness) yang lebih kuat," tambahnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:05 WIB

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:41 WIB

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

IHSG Akhirnya Menguat 1,57% di Sesi I, Saham-saham Ini Bisa Dipantau

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:08 WIB

Terkini

Menikmati Film dari Becak Listrik di Becak Drive-in Cinema

Menikmati Film dari Becak Listrik di Becak Drive-in Cinema

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 10:00 WIB

Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades

Jelang Pilkades Serentak 2026, Ini Pesan Tegas Kapolres ke Calon Kades

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 09:57 WIB

Daftar 14 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang September 2026

Daftar 14 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia Sepanjang September 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:56 WIB

Awalnya Bercanda 'Jakarta Kaya', Prabowo Akhirnya Restui Danantara Bantu LRT

Awalnya Bercanda 'Jakarta Kaya', Prabowo Akhirnya Restui Danantara Bantu LRT

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:55 WIB

Raja Charles Disebut Senang saat Putri Diana Meninggal Dunia: Seperti Menang Lotre

Raja Charles Disebut Senang saat Putri Diana Meninggal Dunia: Seperti Menang Lotre

Entertainment | Jum'at, 18 September 2026 | 09:54 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Anggota DPRD DKI Bebizie Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Anggota DPRD DKI Bebizie Terkait Kasus TPPU Rita Widyasari

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:52 WIB

Jakarta Bersih-bersih Kabel Semrawut Lewat Gerakan 5M

Jakarta Bersih-bersih Kabel Semrawut Lewat Gerakan 5M

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 09:47 WIB

Pramono Anung ke New York, Bawa Jakarta ke Forum Pemimpin Kota Dunia U20

Pramono Anung ke New York, Bawa Jakarta ke Forum Pemimpin Kota Dunia U20

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:46 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Harga Minyak Mentah Dunia Turun, Rupiah Berbalik Menguat

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:43 WIB

Harga Pangan Nasional 18 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.150 per Kilogram

Harga Pangan Nasional 18 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp93.150 per Kilogram

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:33 WIB

×