Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:52 WIB
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi. Foto Dok Kemenkeu.
baca 10 detik
  • Purbaya buka opsi realokasi anggaran MBG untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi.
  • Purbaya juga menjelaskan, perhitungan anggaran gentengisasi yang beredar saat ini masih bersifat kasar.
  • Purbaya menilai, perhitungan yang mengasumsikan seluruh rumah diganti gentengnya membuat angka kebutuhan anggaran menjadi membengkak.

Suara.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi.

Saat ditanya soal besaran anggaran, Purbaya memperkirakan nilainya tidak besar terlalu besar.

"(Anggarannya) nggak sampai 1 triliun, kan," ujar Purbaya usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/1/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah memiliki sejumlah cadangan anggaran yang dapat digunakan untuk membiayai program tersebut. Salah satu opsi yang terbuka adalah realokasi dari pos lain yang sebelumnya telah disesuaikan.

Ketika ditanya apakah anggaran program MBG yang bisa menjadi sumber pendanaan gentengisasi, Purbaya tidak menutup kemungkinan tersebut.

"Ada kemungkinan dari situ (anggaran MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah, enggak banyak-banyak amat kalau enggak salah anggarannya itu," kata dia.

Purbaya juga menjelaskan, perhitungan anggaran gentengisasi yang beredar saat ini masih bersifat kasar. Menurut dia, hitungan tersebut dilakukan dengan asumsi seluruh rumah harus mengganti genteng, padahal kondisi di lapangan tidak demikian.

Ia menyebut program gentengisasi ditujukan untuk mengganti genteng seng dengan material lain yang dinilai lebih layak. Namun, tidak semua rumah menggunakan genteng seng sehingga kebutuhan anggarannya jauh lebih kecil.

"Gentengisasi, kan gentengisasi untuk ganti genteng seng ya, dengan genteng yang buatan.. batu-batuan gitu ya saya nggak tahu. bekas minyak segala macam... berapa rumah yang pakai seng?" ucap Purbaya.

baca juga

Ia menilai, perhitungan yang mengasumsikan seluruh rumah diganti gentengnya membuat angka kebutuhan anggaran menjadi membengkak. Padahal, rumah yang benar-benar membutuhkan penggantian hanya sebagian kecil.

"Itu kan hitungan yang ada kan hitungan kasar sekali. Di mana semua rumah dihitung, terus semuanya diganti. Padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen yang pakai seng," tutur dia.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai kebutuhan anggaran program gentengisasi seharusnya lebih kecil dari angka yang selama ini beredar. Ia menyebut perhitungan detail masih akan dilakukan pemerintah.

"Jadi harusnya nanti angkanya lebih kecil daripada yang pernah anda dengar angka aktualnya. Ini kan belum dihitung, baru hitungan kasar sekali," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah gagasan besar dilontarkan Presiden Prabowo Subianto yang berpotensi mengubah lanskap visual kota dan desa di seluruh Indonesia. Prabowo menginginkan adanya gerakan nasional untuk mengganti atap seng yang selama ini mendominasi rumah-rumah warga dengan genteng berbahan dasar tanah liat.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo secara tegas menyoroti pemandangan yang menurutnya merusak estetika wajah Indonesia, dominasi atap seng yang kusam dan berkarat.

Menurut Presiden, penggunaan atap seng bukan hanya soal keindahan. Ia menilai material tersebut membuat lingkungan tempat tinggal menjadi tidak nyaman karena cenderung menyerap panas dan mudah rusak dimakan waktu. Visi ini ia sebut sebagai proyek "gentengisasi".

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo dengan nada mantap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI

Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:26 WIB

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:59 WIB

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

Putusan MA Gugurkan Suket Ijazah Gibran, Gerindra Segera Rumuskan Sikap

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:49 WIB

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

Soal Potensi PT Djarum Jadi Tersangka Korporasi Kasus Cukai Rokok, Begini Respons Ketua KPK

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Atasi Burnout Lewat Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:45 WIB

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 15:43 WIB

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

Presiden Prabowo Bakal Beri Taklimat 400 Calon Pemimpin Masa Depan di Istana

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:42 WIB

×