- Harga pangan nasional per 3 Februari 2026 bervariasi, didominasi penurunan harga mayoritas komoditas strategis.
- Harga beras SPHP, medium, dan premium tercatat turun, sementara beras khusus lokal menunjukkan tren kenaikan signifikan.
- Beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan daging sapi naik, berbeda dengan kedelai, bawang merah, dan minyak goreng yang mengalami penurunan.
Suara.com - Harga pangan nasional bergerak variatif pada awal Februari 2026. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, mayoritas komoditas strategis mengalami penurunan harga, meski sejumlah bahan pangan masih menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan data rata-rata nasional per 3 Februari 2026, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di level Rp 12.442 per kilogram. Harga tersebut turun Rp 19 atau sekitar 0,15 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga beras medium non-SPHP tercatat sebesar Rp 13.879 per kilogram. Komoditas ini mengalami penurunan Rp 59 atau setara 0,42 persen secara harian.
Penurunan harga juga terjadi pada beras medium yang berada di angka Rp 13.311 per kilogram. Harga beras medium turun Rp 72 atau sekitar 0,54 persen dibandingkan hari sebelumnya.
![Pedagang membawa sayuran di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/6). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/06/30/22144-pasar-kramat-jati.jpg)
Adapun harga beras premium tercatat di level Rp 15.518 per kilogram. Harga beras jenis ini turun Rp 67 atau sekitar 0,43 persen.
Namun demikian, harga beras khusus lokal justru bergerak naik. Rata-rata nasional tercatat sebesar Rp 16.033 per kilogram atau naik Rp 232 setara 1,47 persen.
Selain beras, harga kedelai biji kering impor tercatat relatif stabil dengan kecenderungan turun tipis. Rata-rata nasional berada di level Rp 10.878 per kilogram atau turun Rp 4 setara 0,04 persen.
Harga bawang merah juga terpantau mengalami koreksi. Komoditas tersebut berada di angka Rp 39.716 per kilogram atau turun Rp 414 setara 1,03 persen.
Sebelumnya, Bapanas juga mencatat harga tepung terigu curah berada di level Rp 9.609 per kilogram setelah turun Rp 53 atau sekitar 0,55 persen. Penurunan juga terjadi pada tepung terigu kemasan yang tercatat di angka Rp 12.792 per kilogram atau turun Rp 192 setara 1,48 persen.
Baca Juga: Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen
Di sektor minyak goreng, MinyaKita tercatat berada di level Rp 17.311 per liter atau turun Rp 230 setara 1,31 persen. Sementara minyak goreng kemasan berada di angka Rp 20.920 per liter setelah turun Rp 165 atau 0,78 persen, dan minyak goreng curah turun ke Rp 17.596 per liter.
Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit merah masih menjadi salah satu penyumbang tekanan harga. Rata-rata nasional tercatat sebesar Rp 62.896 per kilogram atau naik Rp 2.253 setara 3,72 persen.
Harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan ke level Rp 38.945 per kilogram atau naik Rp 536 setara 1,40 persen. Sebaliknya, harga cabai merah besar justru turun ke angka Rp 37.661 per kilogram atau turun Rp 287 setara 0,76 persen.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp 38.996 per kilogram atau turun Rp 294 setara 0,75 persen. Harga daging sapi murni tercatat naik tipis ke angka Rp 136.529 per kilogram atau naik Rp 326 setara 0,24 persen.
Sementara itu, harga daging kerbau beku impor berada di level Rp 109.904 per kilogram setelah turun Rp 1.571 atau 1,41 persen. Harga daging kerbau segar lokal juga turun ke angka Rp 139.677 per kilogram atau turun Rp 1.469 setara 1,04 persen.
Untuk komoditas pakan ternak, harga jagung tingkat peternak tercatat turun cukup dalam. Rata-rata nasional berada di angka Rp 6.745 per kilogram atau turun Rp 217 setara 3,12 persen.