Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:01 WIB
Harga Beras Naik di Tengah Deflasi, Harga Eceran Inflasi 3,44 Persen
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pada Januari 2026, harga beras eceran nasional mengalami inflasi tahunan sebesar 3,44 persen, berlawanan dengan deflasi ekonomi nasional.
  • Inflasi harga beras paling tinggi terjadi di tingkat penggilingan, mencapai 6,19 persen secara tahunan pada Januari 2026.
  • Deflasi bulanan Indonesia sebesar 0,15 persen dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan hortikultura serta turunnya harga pangan.

Suara.com - Harga beras di tingkat eceran masih menunjukkan tekanan inflasi tahunan pada awal 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, harga beras secara rata-rata mengalami inflasi 3,44 persen secara tahunan, meski perekonomian nasional justru berada dalam fase deflasi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Ateng Hartono, menjelaskan, pergerakan harga beras pada Januari 2026 terjadi di seluruh rantai distribusi, mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran. Kenaikan tercatat baik secara bulanan maupun tahunan.

Menurut Ateng, harga beras yang dihitung BPS merupakan harga rata-rata nasional yang mencakup berbagai jenis kualitas beras dan seluruh wilayah di Indonesia. Dengan metode tersebut, dinamika harga beras dapat tergambar secara lebih menyeluruh.

"Di tingkat eceran, (harga beras) terjadi inflasi sebesar 0,16 persen secara month to month dan 3,44 persen secara year on year," ujar Ateng, dikutip Selasa (3/1/2026).

Di tingkat penggilingan, tekanan harga tercatat lebih tinggi. Ateng menyebutkan, inflasi harga beras di penggilingan mencapai 0,75 persen secara bulanan dan 6,19 persen secara tahunan pada Januari 2026.

Jika dirinci berdasarkan kualitas, beras premium di tingkat penggilingan mengalami inflasi 2,65 persen secara month to month dan 8,86 persen secara year on year. Angka ini menunjukkan kenaikan harga yang relatif signifikan dibandingkan jenis lainnya.

Sementara itu, beras medium di penggilingan justru mencatatkan penurunan 0,64 persen secara bulanan. Namun secara tahunan, harga beras medium masih mengalami kenaikan sebesar 4,68 persen.

 Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]

"Selanjutnya, untuk inflasi beras di tingkat grosir dan eceran, di tingkat grosir terjadi inflasi sebesar 0,4 persen secara month to month, sedangkan year on year terjadi inflasi sebesar 4,84 persen," ucap Ateng.

Kenaikan harga beras ini terjadi di tengah kondisi perekonomian nasional yang mengalami deflasi bulanan. Pada Januari 2026, Indonesia mencatat deflasi sebesar 0,15 persen secara month to month.

baca juga

Deflasi tersebut sejalan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75 pada Januari 2026. Penurunan IHK ini mencerminkan tekanan harga yang melemah pada sejumlah kelompok pengeluaran.

BPS mencatat, deflasi awal tahun terutama dipengaruhi melimpahnya pasokan komoditas pangan hortikultura serta turunnya sejumlah harga yang diatur pemerintah.

Kondisi pasokan yang cukup membuat harga beberapa komoditas pangan bergerak turun.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar. Kelompok ini mengalami deflasi 1,03 persen dan memberikan andil deflasi sebesar 0,30 persen terhadap inflasi Januari.

Sejumlah komoditas pangan tercatat dominan mendorong deflasi, di antaranya cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, cabai rawit 0,08 persen, serta bawang merah sebesar 0,07 persen.

Daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing menyumbang deflasi 0,05 persen dan 0,03 persen.

Selain faktor pangan, deflasi juga dipengaruhi penurunan harga bensin dan tarif angkutan udara.

Kedua komoditas ini masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen, seiring penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina pada Januari 2026 serta stabilnya tarif listrik pada periode Januari hingga Maret 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Terjaga, BI Tetap Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam

Inflasi Terjaga, BI Tetap Waspadai Kenaikan Harga Cabai dan Daging Ayam

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 11:37 WIB

Neraca Dagang Surplus, Bank Indonesia Optimis Ketahanan Ekonomi Nasional Makin Kuat

Neraca Dagang Surplus, Bank Indonesia Optimis Ketahanan Ekonomi Nasional Makin Kuat

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 07:50 WIB

Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun

Gegara Banjir, Inflasi Aceh, Sumut, Sumbar Meroket di Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 19:25 WIB

Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 18:09 WIB

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:38 WIB

Terkini

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan

Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Beda dengan PSSI, AFC, dan CONCACAF Serang Infantino Secara Terbuka

Beda dengan PSSI, AFC, dan CONCACAF Serang Infantino Secara Terbuka

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix

Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:20 WIB

LPDB Koperasi Buka Akses Dana Bergulir bagi Koperasi Sektor Riil Secara Transparan dan Akuntabel

LPDB Koperasi Buka Akses Dana Bergulir bagi Koperasi Sektor Riil Secara Transparan dan Akuntabel

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Lelang Serentak Kejagung Digelar, Ada HP Rp 3.000 hingga Tanah Rp 9,1 Miliar

Lelang Serentak Kejagung Digelar, Ada HP Rp 3.000 hingga Tanah Rp 9,1 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:18 WIB

Kejagung Gelar Lelang Terbesar, Potensi Aset Kembali Capai Rp289 Miliar

Kejagung Gelar Lelang Terbesar, Potensi Aset Kembali Capai Rp289 Miliar

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:17 WIB

×