Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:10 WIB
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
Ilustrasi perbankan syariah. [Freepik]
baca 10 detik
  • Indonesia tertinggal dari Malaysia dalam ekonomi syariah karena perbedaan kebijakan dan konsistensi penerapan sejak satu dekade lalu.
  • Tantangan utama Indonesia saat ini adalah eksekusi pelaku industri memanfaatkan kebijakan dan meningkatkan edukasi masyarakat.
  • Sektor keuangan Islam global diproyeksikan melebihi $7,5 triliun pada 2028 didorong tren digitalisasi dan konsolidasi industri.

Suara.com - Indonesia dinilai masih tertinggal dari Malaysia dalam pengembangan ekonomi syariah karena perbedaan kebijakan yang dipakai. Termasuk dalam memanfaatkan perbankan syariah.

Partner at Boston Consulting Group (BCG), Miftah Mizan, menjelaskan bahwa Malaysia lebih dulu mengambil langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.

Salah satunya melalui kebijakan yang terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, keunggulan Malaysia saat ini tidak terlepas dari konsistensi kebijakan yang telah diterapkan sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Kalau kita dulu melihat dibanding negara tetangga, memang kita berada di tahapan yang berbeda. Malaysia sudah lebih banyak mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung pertumbuhan pasar syariah, bahkan sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu,” ujar Miftah di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Meski demikian, ia menekankan bahwa Indonesia saat ini sebenarnya telah memiliki fondasi yang kuat untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Pemerintah dan regulator disebut telah menyiapkan berbagai roadmap serta kebijakan yang mendukung pelaku industri ekonomi syariah.

“Dari pemerintah dan regulator sebenarnya sudah banyak roadmap dan policy yang mendukung. Jadi sekarang tinggal masalah ekusinya saja,” katanya.

Miftah menilai tantangan utama Indonesia bukan lagi pada ketersediaan regulasi, melainkan pada kemampuan para pelaku industri dalam memanfaatkan kebijakan dan platform yang telah disediakan.

Edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan syariah menjadi faktor penting yang masih perlu terus diperkuat.

baca juga

Selain itu, ia juga menyoroti bahwa industri keuangan konvensional telah lebih dulu berkembang dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Namun, sektor syariah dinilai tengah melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan tersebut termasuk mulai meningkatkan perbankan syariah.

“Teman-teman di syariah sekarang sudah banyak melakukan catching up. Tinggal masalah waktu untuk meningkatkan awareness, edukasi, dan kapabilitas, apalagi dengan dukungan teknologi dan digitalisasi saat ini,” tambahnya.

Miftah optimistis, dengan seluruh elemen pendukung yang sudah tersedia, ekonomi syariah Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih pesat ke depan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada kolaborasi dan inisiatif masing-masing pelaku industri dalam memaksimalkan ekosistem yang telah ada.

“Semuanya sebenarnya sudah in place. Tinggal bagaimana masing-masing pemain mendorong dan memanfaatkan peluang tersebut,” ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana dan Mitra di Boston Consulting Group (BCG), Tushar Agarwal, mengatakan sektor keuangan Islam Indonesia memasuki fase baru dalam hal skala dan kematangan.

Ilustrasi bank. [Pixabay]
Ilustrasi bank. [Pixabay]

Secara global, keuangan Islam diperkirakan akan melebihi 7,5 triliun dolar AS pada tahun 2028. Hal ini didorong oleh sektor perbankan inti tetapi didukung oleh pertumbuhan di segmen non-perbankan dan inovasi digital.

Kata dia, pergesaran ini didorong oleh lima tren global yang mendorong pertumbuhan industri. Pergeseran regulasi memperketat standar kehati-hatian dan memperdalam tata kelola Syariah, menciptakan keselarasan yang lebih kuat antara harapan kepatuhan dan perlindungan konsumen.

"Pada saat yang sama, konsolidasi industri mempercepat skala dan daya saing, dengan merger bank dan takaful yang penting membangun perusahaan keuangan Islam yang lebih besar dan lebih tangguh," bebernya.

Selain itu, digitalisasi dan inovasi mengubah akses pelanggan dan model operasional, didorong oleh bank Syariah yang mengutamakan digital dan teknologi baru seperti penyaringan AI, sukuk blockchain, dan pembiayaan terintegrasi.

"Konvergensi antara Syariah dan keuangan etis memperluas peran keuangan Islam dalam investasi berkelanjutan, didukung oleh meningkatnya penerbitan sukuk hijau dan munculnya taksonomi Syariah-ESG," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Senilai Rp870 Miliar

Bank Mega Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Senilai Rp870 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 14:19 WIB

CIMB Niaga Syariah Hadirkan 3 Produk Baru Dorong Korporasi

CIMB Niaga Syariah Hadirkan 3 Produk Baru Dorong Korporasi

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:03 WIB

OJK Bentuk Direktorat Perbankan Digital Mulai Tahun 2026, Apa Tugasnya?

OJK Bentuk Direktorat Perbankan Digital Mulai Tahun 2026, Apa Tugasnya?

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:12 WIB

6 Perbedaan Tabungan Konvensional dan Syariah, Mana yang Lebih Sesuai untuk Anda?

6 Perbedaan Tabungan Konvensional dan Syariah, Mana yang Lebih Sesuai untuk Anda?

Bisnis | Jum'at, 19 Desember 2025 | 11:18 WIB

OJK Awasi Ketat Pembayaran Pinjol Dana Syariah Indonesia yang Gagal Bayar

OJK Awasi Ketat Pembayaran Pinjol Dana Syariah Indonesia yang Gagal Bayar

Bisnis | Kamis, 18 Desember 2025 | 17:01 WIB

29 Unit Usaha Syariah Mau Spin Off, Ini Bocorannya

29 Unit Usaha Syariah Mau Spin Off, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:27 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×