Outlook Negatif Moodys Jadi Alarm Keras, PDIP Soroti Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Galih Prasetyo

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:25 WIB
Outlook Negatif Moodys Jadi Alarm Keras, PDIP Soroti Arah Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Anggota DPR RI fraksi PDIP, Harris Turino. (tangkap layar/ist)
baca 10 detik
  • Moody's mempertahankan peringkat kredit Indonesia Baa2, namun mengubah prospek menjadi negatif karena kekhawatiran kredibilitas dan konsistensi kebijakan nasional.
  • Risiko utama meliputi tata kelola, belanja negara agresif, dan ketidakjelasan skema pendanaan entitas baru Danantara yang mengkhawatirkan.
  • Pemulihan outlook stabil memerlukan konsistensi arah kebijakan, penguatan basis penerimaan negara, serta peningkatan daya saing struktural.

Suara.com - Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level Baa2, namun mengubah outlook dari stabil menjadi negatif.

Keputusan ini dinilai bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan sinyal peringatan serius terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turino, menilai langkah Moody’s tersebut sebagai alarm keras yang harus segera direspons pemerintah.

Menurutnya, kekhawatiran utama pasar terletak pada persoalan kredibilitas dan konsistensi kebijakan.

Harris menyebut, Moody’s secara tegas menyoroti menurunnya prediktabilitas kebijakan di Indonesia.

Ketidaksinkronan antara perumusan kebijakan dan implementasi di lapangan dinilai berpotensi menggerus kepercayaan investor dalam jangka panjang.

“Ketika kebijakan tidak konsisten, pasar akan membaca adanya risiko yang lebih tinggi,” ujar Harris dalam keterangan resminya.

Selain isu kebijakan, risiko tata kelola (governance) juga menjadi perhatian utama. Harris mengibaratkan kondisi tersebut seperti bangunan tinggi dengan fondasi rapuh.

“Ekonomi yang besar tanpa institusi yang kuat ibarat bangunan tinggi dengan fondasi rapuh; terlihat megah, tetapi rawan guncangan,” tegasnya.

baca juga

Moody’s juga menggarisbawahi pola belanja negara yang agresif. Meski bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, langkah ini dinilai berisiko apabila tidak diimbangi dengan penguatan basis penerimaan negara. Perluasan program sosial tanpa perhitungan matang dikhawatirkan akan memperlebar defisit dan mempersempit ruang fiskal di masa depan.

Ketidakpastian semakin meningkat dengan munculnya entitas baru, Danantara. Moody’s menilai skema pendanaan dan tata kelola Danantara yang belum transparan berpotensi menimbulkan kewajiban kontinjensi bagi negara.

Risiko tersebut, ditambah potensi perubahan kebijakan fiskal dan moneter, dinilai dapat memicu volatilitas pasar saham serta memberi tekanan pada nilai tukar rupiah.

Meski outlook diturunkan menjadi negatif, Moody’s tetap mempertahankan peringkat Baa2 karena sejumlah indikator makroekonomi Indonesia dinilai masih solid.

Faktor penopangnya antara lain pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen, defisit fiskal yang terjaga di bawah 3 persen PDB, serta rasio utang yang relatif lebih rendah dibandingkan negara dengan peringkat serupa.

Namun demikian, Harris mengingatkan adanya penurunan penilaian kekuatan ekonomi Indonesia dari a2 menjadi a1, terutama akibat kurangnya diversifikasi ekonomi yang masih bergantung pada sektor komoditas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah

Menyoal Istilah "Gentengisasi" dan Prioritas Pembangunan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 11:58 WIB

Kesehatan Mental Generasi Muda: Antara Tantangan dan Layanan Pemerintah

Kesehatan Mental Generasi Muda: Antara Tantangan dan Layanan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:20 WIB

Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa

Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:05 WIB

Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati

Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 21:35 WIB

Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan

Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:08 WIB

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 23:01 WIB

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 22:40 WIB

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:32 WIB

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan!  Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:19 WIB

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:08 WIB

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:51 WIB

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:34 WIB

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:09 WIB

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB