Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Februari 2026 | 07:22 WIB
Pede Produksi Surplus, Pemerintah Bakal Stop Impor Solar Tahun Ini
Ilustrasi solar (Antara)
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada tahun 2026 didorong surplus produksi domestik pasca perluasan kilang.
  • Penyebab historis impor solar adalah keterbatasan kapasitas kilang nasional dibandingkan kebutuhan energi negara.
  • Penghentian impor dimulai dari solar CN 48 pada 2026, disusul CN 51 pada semester kedua tahun yang sama.

Suara.com - Pemerintah menargetkan penghentian impor solar pada 2026. Kebijakan ini diambil lantaran produksi solar tahun ini diproyeksikan surplus.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan, salah satu indikator utama ketahanan energi adalah kemampuan memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya dan fasilitas domestik. 

Dalam konteks solar, persoalan selama ini bukan semata ketersediaan minyak mentah, melainkan keterbatasan kapasitas kilang.

Ia menyinggung kondisi historis ketika kapasitas kilang nasional tertinggal dibanding negara lain yang justru minim sumber daya minyak. 

Situasi tersebut membuat Indonesia harus mengimpor tidak hanya minyak mentah, tetapi juga produk jadi, termasuk solar.

Menurut Laode, kebijakan di sektor migas saat ini diarahkan untuk memastikan produk BBM, khususnya solar, dapat dipenuhi dari kilang dalam negeri. 

Pendekatan ini sejalan dengan upaya memperkuat peran negara dalam pengelolaan sektor energi strategis.

Laode menyebutkan pada 2025 produksi solar dalam negeri mencapai sekitar 19 juta kiloliter. Meski demikian, impor masih dilakukan lebih dari 4 juta kiloliter, meskipun program pencampuran biodiesel B40 telah berjalan.

“Tahun 2026 ini diresmikan RDMP, akan ada sebanyak 7 juta KL tambahannya. Berarti tertutupilah impor solar,” kata Laode dalam podcast Bukan Abu Leke yang ditayangkan melalui akun YouTube Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

baca juga

Tambahan kapasitas dari Refinery Development Master Plan (RDMP) itu diperkirakan tidak hanya menutup kebutuhan impor, tetapi juga menciptakan surplus produksi. 

Dari perhitungan yang disampaikan, potensi kelebihan pasokan diperkirakan berada di kisaran 1,6 hingga 1,7 juta kiloliter.

Laode menjelaskan, kebijakan penghentian impor solar dilakukan secara bertahap berdasarkan spesifikasi produk. 

Tahap awal difokuskan pada solar CN 48 yang merupakan jenis paling banyak digunakan dan dicampur dengan FAME untuk biodiesel.

“Nah, kita mengejar yang CN 48 ini, agar bisa kita bebas impor solar,” ujarnya.

Dengan tambahan kapasitas kilang tersebut, pemerintah menargetkan impor solar CN 48 dapat dihentikan sepenuhnya mulai 2026. 

Sementara itu, solar dengan spesifikasi CN 51 yang digunakan untuk kebutuhan tertentu masih akan ditangani pada tahap berikutnya.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

Ia menyebut, kebutuhan solar CN 51 relatif kecil dan selama ini masih dipenuhi melalui impor. Namun pemerintah menargetkan pada semester kedua 2026, impor untuk jenis ini juga dapat ditekan hingga berhenti.

“Dengan data tadi, kita sudah petakan untuk CN 48 sudah bisa kita… kita stop impor solar,” kata Laode.

Dalam implementasinya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pertamina terkait kesiapan kilang dan tata niaga. Setelah masa transisi kuota, badan usaha didorong melakukan skema bisnis langsung untuk penyesuaian pasokan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bahlil: Saya Menteri Gagal Jika Masih Ada Desa Tanpa Listrik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:04 WIB

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Tak Lagi Sekali Setahun, Kuota Impor BBM Swasta Kini Dievaluasi Periodik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:36 WIB

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:25 WIB

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:39 WIB

Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel

Pipa Bocor di Sumatera, RI Terancam Kehilangan Produksi Minyak 2 Juta Barel

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 15:18 WIB

Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026

Juli Mulai Jual Beli, Proyek Pipa Gas Cisem II Ditargetkan Rampung Maret 2026

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×