Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 23 Januari 2026 | 09:25 WIB
Bahlil Deklarasikan Dirinya Sebagai Menteri Anti Impor
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil menyatakan sikap anti impor dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI pada Kamis (22/1/2026) di Senayan Jakarta.
  • Konsumsi BBM nasional tinggi sementara produksi dalam negeri rendah, mendorong target pengurangan impor bensin signifikan pada 2026.
  • Kementerian ESDM menerapkan kebijakan seperti mandatori E10 dan menargetkan penghentian total impor bensin RON 92, 95, dan 98 pada tahun 2027.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengakui dirinya merupakan menteri yang anti impor. Ia menyebut impor merupakan sikap ketergantungan terhadap negara lain.

Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, pada Kamis (22/1/2026).  

Awalnya Bahlil memaparkan konsumsi BBM nasional yang berada di kisaran 39 juta hingga 40 juta kiloliter setiap tahunnya. Sementara produksi dalam negeri hanya sebesar 14 juta kiloliter (KL).

Namun, akan bertambah sebesar 5,8 juta kiloliter dengan mulai beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. 

Ilustrasi jenis-jenis BBM. [Ist]
Ilustrasi jenis-jenis BBM. [Ist]

"39 juta kurang 14 juta kiloliter, impor kita pada 2025, kisaran 24 sampai 25 juta kiloliter. Dengan penambahan 5,8 juta, maka kurang lebih sekitar 19 juta lebih untuk kita impor di 2026, bensin," ujar Bahlil. 

Untuk menekan ketergantungan impor itu sejumlah kebijakan diambil Kementerian ESDM, salah satu dengan penerpan mandatori E10. 

"Kalau etanolnya 10 persen, itu dapat melakukan efisiensi impor sebesar 3,9 juta. Ini baru kita bicara tentang menuju kepada apa yang disebutkan kemandirian energi. Maka apa yang harus dilakukan? Tidak bisa sekaligus kita lakukan, harus bertahap. Karena kita sudah ketinggalan," imbuhnya.

Bahlil lantas menyebut bahwa ketergantungan terhadap impor terjadi by design. Ia pun menegaskan bahwa dirinya adalah menteri yang anti terhadap impor. 

"Kalau jujur saya katakan, dari lubuk hati yang pada dalam, ini by design dibuat, untuk kita tetap tergantung kepada impor. Kalau mau ditanya menteri siapa yang anti-impor? Saya," tegasnya. 

baca juga

"Karena bentuk impor ini adalah bentuk anak bobokan untuk melakukan sebuah proses agar kita tergantung terus pada negara lain," katanya menambahkan. 

Untuk itu Bahlil menyebut tak ingin Indonesia selamanya ketergantungan terhadap impor BBM. Pada 2027, impor BBM jenis bensin Ron 92, 95, dan 98 akan dihentikan. 

"Maka apa yang kita lakukan? Untuk RON 92, 95, 98, kita segera mengurangi, dan 2027 tidak boleh kita impor lagi," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi

Mentan Amran Keluarkan Ancaman Tanggapi Keluhan Terkait Impor Sapi

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 21:22 WIB

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Nego dengan Gubernur Papua, Bahlil Jamin Divestasi Saham Freeport Rampung Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:39 WIB

Bahlil Mau Stop Impor BBM di 2027, Harganya Bisa Murah?

Bahlil Mau Stop Impor BBM di 2027, Harganya Bisa Murah?

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:16 WIB

Terkini

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:18 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:00 WIB

×