Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi

Dicky Prastya

Senin, 09 Februari 2026 | 14:42 WIB
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026). [Screenshot YouTube]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan mengkritik Dirut BPJS Kesehatan terkait penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN yang dinilai perlu perbaikan tata kelola.
  • Penonaktifan peserta PBI JKN idealnya harus disertai sosialisasi 2-3 bulan sebelum penonaktifan diterapkan efektif.
  • Purbaya menegaskan alokasi anggaran kesehatan tetap besar, sehingga masalah utamanya terletak pada manajemen dan sosialisasi operasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti imbas penonaktifan 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JKN) yang bikin heboh belakangan.

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah ingin program JKN dapat berjalan efektif sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Lebih lagi Pemerintah sudah mengalokasikan Anggaran Kesehatan yang mencapai Rp 247,3 triliun atau naik 13,2 persen dari 2025 dengan angka Rp 218,5 triliun.

"Karena uang yang saya keluarkan sama, enggak berubah. Kenapa keributannya beda? Berbagai langkah perbaikan tentunya harus terus dilakukan agar tepat sasaran," katanya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026).

Pertama, Purbaya menyebut perubahan data PBI JKN pada prinsipnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola program JKN agar lebih tepat sasaran melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Kedua, penonaktifkan peserta PBI JK dapat dipertimbangkan untuk tidak langsung berlaku. Namun diberikan jangka waktu 2-3 bulan yang disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan layar TV Parlemen)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan layar TV Parlemen)

"Jadi begitu mereka masuk list, tidak masuk lagi ke daftar PBI, langsung trigger sosialisasi ke mereka bahwa mereka tidak lagi masuk ke list itu sehingga mereka bisa melakukan tindakan yang diperlukan, untuk membayar tempat lain atau gimana," beber dia.

"Tapi jangan sampai yang sudah sakit, tiba-tiba, begitu mau cuci darah lagi, tiba-tiba enggak eligible, enggak berhak. Kan itu kayaknya kita konyol. Ya, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ. Uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini," paparnya lagi.

Ketiga, Purbaya menyarankan penentuan jumlah PBI dilakukan dengan hati-hati dan terukur dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kemudahan akses layanan, dan menjaga keberlanjutan program JKN.

baca juga

"Tadi kan kalau ditanya, ada enggak ruang untuk ngisi orang-orang yang tadi yang enggak masuk (daftar), kan ada. Kan masih 96 juta sekian kan? Targetnya 98. Harusnya kalau prosedurnya clear, enggak ada masalah itu. Jadi kita masalahnya adalah masalah operasional, masalah manajemen, dan masalah sosialisasi yang harus bisa dibereskan secepatnya," ketus Purbaya.

Lebih lanjut Purbaya menyebut apabila Pemerintah memang mengeluarkan anggaran lebih kecil, ia tak masalah jika nantinya keributan. Hanya saja sekarang Kemenkeu sudah mengalokasikan anggaran yang sama untuk sekarang.

"Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk anda lebih kecil, saya mendukung. Ribut dikit enggak apa-apa. Tapi ini kan sama. Uang yang saya keluarkan sama, ribut lagi, saya rugi banyak pak. Ke depan tolong dibetulin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:17 WIB

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 14:02 WIB

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Lifestyle | Senin, 09 Februari 2026 | 13:49 WIB

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:46 WIB

Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan

Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

×