Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi

Dicky Prastya

Senin, 09 Februari 2026 | 14:42 WIB
Purbaya Sentil Dirut BPJS Kesehatan Imbas Gaduh PBI JKN: Image Jelek, Pemerintah Rugi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026). [Screenshot YouTube]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan mengkritik Dirut BPJS Kesehatan terkait penonaktifan 11 juta peserta PBI JKN yang dinilai perlu perbaikan tata kelola.
  • Penonaktifan peserta PBI JKN idealnya harus disertai sosialisasi 2-3 bulan sebelum penonaktifan diterapkan efektif.
  • Purbaya menegaskan alokasi anggaran kesehatan tetap besar, sehingga masalah utamanya terletak pada manajemen dan sosialisasi operasional.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti imbas penonaktifan 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JKN) yang bikin heboh belakangan.

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau Pemerintah ingin program JKN dapat berjalan efektif sehingga manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

Lebih lagi Pemerintah sudah mengalokasikan Anggaran Kesehatan yang mencapai Rp 247,3 triliun atau naik 13,2 persen dari 2025 dengan angka Rp 218,5 triliun.

"Karena uang yang saya keluarkan sama, enggak berubah. Kenapa keributannya beda? Berbagai langkah perbaikan tentunya harus terus dilakukan agar tepat sasaran," katanya saat Rapat Konsultasi Pimpinan Komisi DPR RI dengan Pemerintah terkait Jaminan Sosial yang disiarkan virtual, Senin (9/2/2026).

Pertama, Purbaya menyebut perubahan data PBI JKN pada prinsipnya merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan tata kelola program JKN agar lebih tepat sasaran melindungi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Kedua, penonaktifkan peserta PBI JK dapat dipertimbangkan untuk tidak langsung berlaku. Namun diberikan jangka waktu 2-3 bulan yang disertai dengan sosialisasi kepada masyarakat.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan layar TV Parlemen)
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Tangkapan layar TV Parlemen)

"Jadi begitu mereka masuk list, tidak masuk lagi ke daftar PBI, langsung trigger sosialisasi ke mereka bahwa mereka tidak lagi masuk ke list itu sehingga mereka bisa melakukan tindakan yang diperlukan, untuk membayar tempat lain atau gimana," beber dia.

"Tapi jangan sampai yang sudah sakit, tiba-tiba, begitu mau cuci darah lagi, tiba-tiba enggak eligible, enggak berhak. Kan itu kayaknya kita konyol. Ya, padahal uang yang saya keluarin sama. Saya rugi di situ. Uang keluar, image jelek jadinya. Pemerintah rugi dalam hal ini," paparnya lagi.

Ketiga, Purbaya menyarankan penentuan jumlah PBI dilakukan dengan hati-hati dan terukur dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kemudahan akses layanan, dan menjaga keberlanjutan program JKN.

baca juga

"Tadi kan kalau ditanya, ada enggak ruang untuk ngisi orang-orang yang tadi yang enggak masuk (daftar), kan ada. Kan masih 96 juta sekian kan? Targetnya 98. Harusnya kalau prosedurnya clear, enggak ada masalah itu. Jadi kita masalahnya adalah masalah operasional, masalah manajemen, dan masalah sosialisasi yang harus bisa dibereskan secepatnya," ketus Purbaya.

Lebih lanjut Purbaya menyebut apabila Pemerintah memang mengeluarkan anggaran lebih kecil, ia tak masalah jika nantinya keributan. Hanya saja sekarang Kemenkeu sudah mengalokasikan anggaran yang sama untuk sekarang.

"Kalau itu membuat uang yang saya keluarkan untuk anda lebih kecil, saya mendukung. Ribut dikit enggak apa-apa. Tapi ini kan sama. Uang yang saya keluarkan sama, ribut lagi, saya rugi banyak pak. Ke depan tolong dibetulin," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Status BPJS Kesehatan 11 Juta Warga Diklaim Aktif Otomatis Pekan Depan

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:17 WIB

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Purbaya Ungkap Biang Kerok Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang Diprotes Warga

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 14:11 WIB

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

Geger Data BPJS-PBI Februari 2026, Menkeu: Jangan Bikin Kejutan yang Merugikan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 14:02 WIB

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak Agar Tetap Bisa Berobat

Lifestyle | Senin, 09 Februari 2026 | 13:49 WIB

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

Kemensos Temukan Puluhan Juta Warga Miskin Belum Terlindungi PBI JKN

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:46 WIB

Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan

Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

Gempa M 7,4 Guncang Kolombia Hingga Ekuador dan Panama

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:26 WIB

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Wuling Aira ev Kantongi Ribuan Pemesanan Sepanjang Gelaran GIIAS 2026 Berlangsung

Otomotif | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:23 WIB

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Sidang dr Richard Lee Memanas, Kuasa Hukum Soroti Keterangan Doktif yang Tak Konsisten

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:22 WIB

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan Dari KPR Hingga Digitalisasi Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar NU ke-35

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Ojol Jadi Pengusaha UMKM dan Bukan Pekerja, Perpres Bakal Atur THR hingga Bonus?

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

Paspampres Kerahkan Senjata Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT ke-81 RI

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 20:06 WIB

×