Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp 16.811/USD
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah melemah 0,04% terhadap dolar AS menjadi Rp16.811 pada penutupan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026.
  • Pelemahan rupiah ini dipicu data penjualan ritel yang lebih rendah dari ekspektasi, mengindikasikan daya beli masyarakat masih lemah.
  • Mata uang Asia menunjukkan pergerakan beragam, dengan Rupee India menguat paling signifikan, sementara Baht Thailand melemah terhadap dolar AS.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS pada penutupan Selasa, 10 Februari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.811 per dolar AS.  

Mata uang Garuda itu pun melemah 0,04 persen dibandingkan penutupan Senin (9/2) ada di level Rp1 6.805. Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.826.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah disebabkan oleh data penjualan ritel.

"Rupiah berbalik melemah terhadap dolar AS setelah data penjualan ritel yang lebih rendah dari harapan, mencerminkan daya beli masyarakat yang masih lemah," katanya saat dihubungi Suara.com

Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]

Walau dolar AS sendiri masih terus melemah, rupiah diperkirakan masih belum keluar dari tekanan. Apalagi, investor masih menanti perkembangan dan dinamika terhadap ekonomi Indonesia.

"Investor juga wait and see serangkain data ekonomi penting AS dalam beberapa hari kedepan," jelasnya.

Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, Rupee India mencatat penguatan terbesar yakni 0,23 persen.

Disusul yen Jepang yang menguat 0,19 persen, lalu ringgit Malaysia menguat 0,19 persen. Selain itu, yuan China menguat 0,11 persen dolar Taiwan menguat 0,07 persen dan dolar Singapura yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan, Baht Thailand melemah 0,12 persen, peso Filipina melemah 0,11 persen. Diikuti, Korea melemah 0,10 persen.  Lalu, Hong Kong yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 96,90, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,81.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Rupiah Terus Bangkit, Dolar AS Lemas ke Level Rp16.786

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:30 WIB

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 16:24 WIB

Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869

Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB