Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London

M Nurhadi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:07 WIB
Indonesia-Inggris Resmi Teken Kemitraan Strategis EGP di London
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. [Dok. Kemenko Perekonomian]
  • Indonesia dan Inggris mengukuhkan kemitraan ekonomi strategis melalui penandatanganan Economic Growth Partnership (EGP) pada 19 Januari 2026.
  • EGP merupakan pilar utama kemitraan baru yang fokus pada perdagangan, investasi, dan inovasi guna mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen.
  • Kesepakatan ini mencakup sektor krusial seperti energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, serta ketahanan pangan kedua negara mitra.

Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi mempererat hubungan bilateral dengan Kerajaan Inggris melalui penguatan kemitraan ekonomi yang berfokus pada sektor-sektor strategis masa depan.

Komitmen besar ini dikukuhkan dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan pertemuan penting dengan Secretary of State for Business and Trade (DBT) Inggris, The Rt Hon Peter Kyle MP.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menandatangani kesepakatan Economic Growth Partnership (EGP) pada Senin (19/01/2026).

Dokumen EGP ini menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan kedua negara, sekaligus menjadi pilar utama dari Accord for a New Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Inggris.

Menko Airlangga menegaskan bahwa kemitraan EGP dirancang untuk menjadi basis penguatan di bidang perdagangan, investasi, hingga inovasi.

Langkah ini dipandang krusial guna mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

“Target pertumbuhan 8 persen tersebut membutuhkan sokongan investasi dan perdagangan dalam skala besar, terutama keterlibatan sektor privat serta mitra global yang strategis,” jelas Airlangga dalam pernyataan resminya, Rabu (21/1/2026).

Airlangga menambahkan bahwa EGP bukan sekadar dokumen formal, melainkan wujud nyata komitmen kedua negara untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi rakyat kedua belah pihak.

Perjanjian EGP dirancang secara praktis agar langsung berdampak pada pelaku usaha. Cakupan kerja sama ini sangat luas dan menyentuh sektor-sektor krusial, di antaranya:

  • Ekonomi Masa Depan: Energi bersih (EBT), ekonomi digital, kesehatan, dan life sciences.
  • Infrastruktur & Ketahanan: Transportasi, infrastruktur kota, serta penguatan rantai pasok global.
  • Sektor Riil: Pertanian, ketahanan pangan, dan perdagangan berkelanjutan.
  • Pendidikan & Keuangan: Peningkatan kualitas SDM dan integrasi jasa keuangan.

Kemitraan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia dan Inggris di tengah ketidakpastian dinamika pasar global yang saat ini tengah berguncang.

Inggris merupakan salah satu mitra ekonomi terpenting Indonesia di kawasan Eropa. Tren positif hubungan dagang kedua negara terus menunjukkan grafik meningkat:

Nilai Perdagangan: Pada tahun 2024, total perdagangan bilateral mencapai USD 2,78 miliar, dengan tren pertumbuhan konsisten sejak 2020.

Realisasi Investasi: Hingga Triwulan III-2025, investasi Inggris di Indonesia tercatat mencapai USD 402,6 juta. Dana tersebut terserap dominan di sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta pengembangan kawasan industri.

Secretary Peter Kyle turut menyambut baik kesepakatan ini. Menurutnya, EGP mencerminkan ambisi bersama untuk memperluas kolaborasi, tidak hanya di level antarpemerintah (G-to-G), tetapi juga mendorong sinergi antar pelaku usaha (B-to-B) di kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari London, Prabowo Gelar Ratas Bahas Penertiban Hutan

Dari London, Prabowo Gelar Ratas Bahas Penertiban Hutan

Video | Rabu, 21 Januari 2026 | 16:37 WIB

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:37 WIB

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:08 WIB

Terkini

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

BP Batam 'Ngebut' di 2026: Investasi Tembus Rp17,4 Triliun, Sektor Elektronik Jadi Jawara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 22:01 WIB

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

7 Hari Menuju Ambang Batas: Trump di Ujung Tanduk, Kongres Beri 'Cek Kosong' Perang?

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 21:33 WIB

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Lewat Kartini BISA Fest, Telkom Perkuat Peran Perempuan di Era Digital

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:42 WIB

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Babak Akhir Utang 'Whoosh', RI Siap Sodorkan Skema Restrukturisasi ke China

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:10 WIB

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:06 WIB

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Pengguna Aktif GoPay Tembus 26 Juta

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 20:00 WIB

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Danantara Umbar Biang Kerok Kinerja Garuda Indonesia Masih Seret

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:50 WIB

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Pegang 42 Persen Cadangan Dunia, Nikel Masih Jadi 'Raja' Investasi Hilirisasi RI

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:05 WIB

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Jumlah BUMN Dipangkas Jadi Hanya 300, Begini Klaster-klasternya

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 19:02 WIB

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Pemerintah Diminta Tak Wajibkan Penggunaan Dolar AS untuk Transaksi Batu Bara DMO

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 18:57 WIB