- IFG Life dan Mandiri Inhealth membayarkan total klaim Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta sepanjang tahun 2025.
- IFG Life membayar klaim senilai Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta, menegaskan keberlanjutan bisnis mereka.
- Mandiri Inhealth membayarkan klaim sebesar Rp4,4 triliun sembari fokus pada kemudahan dan kejelasan proses layanan peserta.
Suara.com - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) mencatatkan pembayaran klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta sepanjang 2025
Sebagai bagian dari Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, IFG Life dan Mandiri Inhealth memastikan setiap klaim dibayarkan sesuai ketentuan polis dan dilakukan secara tepat waktu.
Langkah ini bertujuan agar peserta dapat fokus pada pemulihan kesehatan maupun keberlanjutan rencana masa depan mereka.
![IFG Life Catatkan PPertumbuhan Premi 4,5 Persen. [ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/15/79623-asuransi-jiwa.jpg)
Direktur Keuangan merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life, Ryan Diastana Firman, mengatakan kemampuan perusahaan dalam membayar klaim secara konsisten menjadi indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi.
"Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp 6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth, Marihot H. Tambunan, menegaskan pihaknya terus berupaya menghadirkan proses layanan yang jelas dan mudah bagi peserta.
"Kami ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah. Fokus kami bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhealth," katanya.
Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp4,4 triliun sepanjang 2025.
Seiring penguatan kolaborasi setelah Mandiri Inhealth bergabung ke dalam ekosistem IFG pada 2024, kedua perusahaan kini fokus memperluas dampak layanan perlindungan. Sinergi ini diarahkan untuk membangun ekosistem yang relevan dengan kebutuhan peserta.
Baca Juga: Bhinneka Life Bayar Klaim Rp 661 Miliar Sepanjang 2025