Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:35 WIB
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
Ilustrasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). [Suara.com/dok]
baca 10 detik
  • Sebanyak 24 perusahaan internasional dari Prancis, Jepang, Singapura, Hong Kong, dan China lolos tender proyek PSEL yang dikelola Danantara.
  • Proyek Waste-to-Energy (WtE) ini dilaksanakan di empat wilayah, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta, dengan target pemenang di Februari 2026.
  • Perusahaan peserta wajib membentuk konsorsium guna menjamin transfer teknologi kepada mitra lokal serta memastikan tata kelola proyek yang kuat.

Suara.com - Sebanyak 24 perusahaan dari sejumlah negara lolos seleksi untuk mengikuti tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE).

Adapun 24 perusahaan itu berasal dari Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong, serta 5 di antaranya merupakan perusahaan asal China.

Proyek yang dikelola Danantara ini dimulai di empat wilayah, yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.

Danantara menargetkan pengumuman pemenang tender dilakukan pada akhir Februari 2026 setelah melakukan verifikasi terhadap ratusan penyedia teknologi dalam tahap Daftar Penyedia Teknologi
(DPT).

"Perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau Pemda, ” kata Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman, lewat keterangannya, Sabtu (14/2/2026).

Fadli menyatakan bahwa proyek Waste-to-Energy (WtE) merupakan bagian dari kebijakan publik lintas sektor, bukan sekadar implementasi teknologi.

"Kami juga ingin memastikan bahwa terjadinya tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya.

Adapun sejumlah perusahaan yang tersebut di antaranya:

1. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd.

baca juga

Chongqing Sanfeng Environment Group adalah perusahaan spesialis pengolahan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy/WtE) yang berbasis di Chongqing, China.

Berbeda dengan kontraktor umum, Sanfeng berfokus sepenuhnya pada investasi, pengembangan, dan operasional pembangkit listrik tenaga sampah sejak berdiri tahun 2009. Perusahaan ini telah melantai di Bursa Saham Shanghai dengan kode 601827.SH.

Sebagai pemegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH (Jerman), Sanfeng telah melokalisasi produksi peralatan inti, termasuk tungku pembakaran dan sistem pemurnian gas buang.

Hingga akhir 2023, teknologinya telah digunakan di lebih dari 250 proyek WtE global dengan kapasitas total melebihi 220.000 ton sampah per hari.

Sanfeng mengelola lebih dari 50 proyek melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT) dan Public Private Partnership (PPP). Pendekatan ini menjamin efisiensi biaya serta kepastian kinerja operasional jangka panjang karena pengawasan dilakukan

2. Wangneng Environment Co., Ltd

Wangneng Environment merupakan perusahaan pengolahan limbah asal Huzhou, China, yang beroperasi sejak 2012. Lini bisnisnya mencakup pemanfaatan limbah dapur, pengolahan air limbah, pengolahan lumpur, hingga daur ulang karet.

Saat ini, perusahaan mengelola 98 entitas, termasuk lima anak perusahaan mancanegara di Thailand, Kamboja, Australia, dan Singapura.

Fokus utama Wangneng adalah teknologi Waste-to-Energy (WtE) yang mengubah limbah padat menjadi energi listrik atau panas melalui proses pembakaran, gasifikasi, dan bioteknologi.

Perusahaan mengklaim mampu menghasilkan 3,04 miliar kWh listrik bersih per tahun, yang setara dengan konsumsi listrik untuk sekitar 2,53 juta rumah tangga di Indonesia.

Sebagai salah satu peserta tender WtE, Wangneng Environment berencana membentuk konsorsium dengan mitra lokal, baik dari unsur BUMN, BUMD, maupun swasta nasional.

Kerja sama ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan tender dan mengimplementasikan proyek di sejumlah kota di Indonesia.

3. Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd

Zhejiang Weiming Environment Protection merupakan salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasional Waste-to-Energy (WtE) asal China.

Di Indonesia, perusahaan ini telah memiliki rekam jejak melalui anak perusahaannya, Weiming Equipment, yang memasok peralatan insinerator untuk kawasan industri Qingshan Park (Shanghai Dingxin Investment).

Layanan Weiming mencakup seluruh rantai bisnis WtE, mulai dari desain, investasi, konstruksi, hingga manufaktur dan pemasangan peralatan insinerasi.

Pada tahun 2023, perusahaan mencatat total produksi listrik sebesar 3,85 miliar kWh yang mayoritas dihasilkan dari fasilitas WtE mereka.

Weiming telah melakukan serangkaian penjajakan strategis di beberapa daerah. Di Bali, Weiming menawarkan kerja sama investasi senilai 225 juta dolar AS melalui skema Build-Own-Operate (BOO) untuk pengelolaan sampah.

Sementara di Jawa Barat mereka menjajaki penggunaan teknologi insinerasi untuk TPPAS Cirebon Raya melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemenko Marves.

4. SUS Indonesia Holding Limited.

Meskipun menggunakan nama identitas lokal, SUS Indonesia Holding Limited merupakan entitas yang terdaftar di China dan mulai beroperasi pada 19 Juli 2022.

Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Shanghai SUS Environment Co., Ltd, perusahaan asal Shanghai yang berdiri sejak 2008. Fokus bisnisnya mencakup investasi jangka panjang pada sektor Waste-to-Energy (WtE).

Perusahaan memilih Indonesia sebagai target pasar utama karena tiga faktor: volume sampah perkotaan yang besar, keterbatasan lahan TPA, dan meningkatnya kebutuhan energi bersih.

Untuk menjalankan operasinya, SUS Environment menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, BUMD, serta sektor swasta nasional.

Secara internasional, perusahaan telah mengelola sekitar 84 hingga 89 proyek WtE. Di Indonesia, SUS membangun fasilitas WtE di Makassar melalui kerja sama dengan pemerintah kota setempat.

Fasilitas ini dirancang untuk mengolah 1.300 ton sampah per hari menggunakan dua jalur insinerasi dan unit generator turbin dengan kapasitas daya mencapai 35 MW.

5. PT Jinjiang Environment Indonesia

Ilustrasi sampah. (Pixabay.com/@RitaE)
Ilustrasi sampah. (Pixabay.com/@RitaE)

PT Jinjiang Environment Indonesia merupakan anak usaha dari Zheneng Jinjiang Environment Holding Co., Ltd., pengembang Waste-to-Energy (WtE) asal China yang telah beroperasi sejak 1998.

Perusahaan ini didirikan pada 8 Agustus 2017 dan baru saja menyelesaikan restrukturisasi internal pada 16 Februari 2025, yang mengalihkan 90 persen kepemilikan saham dari Lamoon Holdings Limited (BVI) ke induk usahanya secara langsung.

Perusahaan saat ini mengelola proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Palembang dengan kapasitas pengolahan: 1.000 ton sampah per hari dan output listrik 20 MW. Adapun nilai investasinya sebesar 120 juta dolar AS atau sekitar Rp1,8 triliun.

Secara grup, Zheneng Jinjiang memiliki rekam jejak yang luas dengan mengoperasikan 27 fasilitas WtE di China. Selain itu, mereka mengelola tiga fasilitas limbah organik dan delapan unit daur ulang limbah dengan total kapasitas pengolahan mencapai 44.000 ton per hari.

Fokus utama perusahaan tetap pada konversi limbah padat menjadi energi listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Sjahrir: Proyek Sampah Jadi Listrik Tak Ganggu Dominasi Batu Bara

Pandu Sjahrir: Proyek Sampah Jadi Listrik Tak Ganggu Dominasi Batu Bara

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 15:50 WIB

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

CIO Danantara Pandu Sjahrir Bantah Emiten TOBA Ikut Tender Proyek Waste-to-Energy

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 14:37 WIB

Perpres Sampah jadi Energi Diterbitkan, Bahlil Ajak Danantara Koordinasi

Perpres Sampah jadi Energi Diterbitkan, Bahlil Ajak Danantara Koordinasi

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 17:42 WIB

Proyek Sampah jadi Energi RI jadi Rebutan Global, Rosan: 107 Investor Sudah Daftar

Proyek Sampah jadi Energi RI jadi Rebutan Global, Rosan: 107 Investor Sudah Daftar

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 19:39 WIB

Danantara Klaim 120 Perusahaan Berminat Ikut Proyek Waste to Energy, Diluncurkan Akhir 2025

Danantara Klaim 120 Perusahaan Berminat Ikut Proyek Waste to Energy, Diluncurkan Akhir 2025

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:26 WIB

Bos Danantara Akui Patriot Bond Terserap Habis, Dibeli Para Taipan?

Bos Danantara Akui Patriot Bond Terserap Habis, Dibeli Para Taipan?

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:56 WIB

Terkini

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Vino G Bastian Ubah Total Bentuk Tubuhnya Demi Film Adaptasi India Drishyam

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

Menag Nasaruddin Umar Ungkap Skema Wakaf Saham Masih Diperbaiki

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:36 WIB

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing hingga Eks Pj Sekda di Kasus Suhardiman Amby

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:29 WIB

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

BAIC BJ30 HEV Dominasi Penjualan di GIIAS 2026 Mobil Listrik T1 Mulai Dilirik

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:23 WIB

×