- PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) meraih ESG Score 71 dari S&P Global CSA, menempatkannya di 13 persen teratas dunia.
- Skor 71 tersebut hampir dua kali lipat rata-rata industri material konstruksi global yang hanya mencapai angka 38.
- Pencapaian ini mencerminkan integrasi strategi bisnis jangka panjang ESG WIKA Beton sejak transformasi dimulai tahun 2024.
Suara.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) atau WIKA Beton meraih ESG Score 71 dari 100 dari S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA).
Skor tersebut menempatkan WIKA Beton dalam kelompok Top Quintile atau 13 persen teratas perusahaan sektor material konstruksi dunia.
Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa perusahaan pelat merah Indonesia mulai kompetitif dalam standar Environmental, Social, and Governance (ESG) global.
Berdasarkan distribusi skor industri CSA, rata-rata sektor material konstruksi global berada di angka 38. Artinya, capaian 71 hampir dua kali lipat dari rerata industri. Lonjakan ini juga signifikan dibanding skor tahun sebelumnya yang berada di level 46.
![Ilustrasi ESG. [Dok Pexels].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/15/50056-esg.jpg)
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengatakan penerapan ESG di perusahaan bukan sekadar kepatuhan administratif, melainkan bagian dari strategi bisnis jangka panjang.
"Integrasi prinsip keberlanjutan telah menjadi fondasi dalam pengambilan keputusan korporasi," ujarnya seperti dikutip, Minggu (15/2/2026).
Capaian ini juga menarik karena datang dari sektor yang selama ini identik dengan intensitas emisi tinggi. Industri beton dan material konstruksi kerap menjadi sorotan dalam isu perubahan iklim.
Namun, meningkatnya standar global mendorong perusahaan untuk beradaptasi melalui efisiensi energi, penguatan tata kelola, hingga pengembangan produk rendah karbon.
Di tengah meningkatnya tuntutan pembiayaan hijau dan standar keberlanjutan internasional, skor ESG menjadi salah satu indikator kredibilitas perusahaan di mata investor global.
Baca Juga: Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
Bagi BUMN, pencapaian ini bisa menjadi tolok ukur bahwa transformasi berbasis ESG mulai menunjukkan hasil nyata.
Transformasi strategis WIKA Beton sejak 2024, termasuk penguatan visi sebagai perusahaan global berkelanjutan, dinilai menjadi salah satu pendorong kenaikan skor tersebut.
Integrasi ESG ke dalam strategi operasional dan tata kelola menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai jangka panjang.