- Adopsi layanan digital oleh anak muda menuntut pengelolaan keuangan sadar untuk menjaga stabilitas jangka menengah panjang.
- Indeks literasi keuangan nasional 2025 mencapai 66,46 persen, namun perlu praktik pengelolaan konsisten oleh generasi muda.
- Pemisahan rekening, seperti menggunakan deposito digital, disarankan untuk disiplin finansial tanpa mengorbankan gaya hidup praktis.
Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi faktor utama layanan perbankan digital semakin diminati.
![Ilustrasi Top Up lewat SeaBank. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/23/87800-cara-mudah-top-up-dana-lewat-seabank-dan-sebaliknya.jpg)
Di SeaBank Indonesia, misalnya, rata-rata transaksi harian tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.
Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital disebut menjadi pilihan relevan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masa kini dan masa depan.
Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, skema berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital.
“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” tutup Lindawati.
Dari sisi keamanan, SeaBank Indonesia menyatakan, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.
Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, gaya hidup modern dinilai tidak harus menjadi beban finansial.
Anak muda tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara fleksibel, sembari membangun fondasi keuangan yang lebih stabil untuk masa depan.