Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ormat Technologies: Pendirinya Orang Israel, Punya Gurita Bisnis di Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 12:52 WIB
Ormat Technologies: Pendirinya Orang Israel, Punya Gurita Bisnis di Indonesia
Ormat Technologies, Inc. [Website Resmi]
  • Ormat Technologies, berbasis di AS, adalah pionir energi terbarukan global dengan fokus pada panas bumi sejak didirikan di Israel tahun 1965.
  • Perusahaan ini menguasai rantai nilai penuh dan memiliki kapasitas terpasang sekitar 3.400 MW di berbagai negara, termasuk Indonesia.
  • Kepemilikan saham institusional didominasi oleh BlackRock dan Vanguard, sementara manufaktur utama tetap berada di Yavne, Israel.

Suara.com - PT Ormat Geothermal Indonesia yang memegang sejumlah proyek energi di Indonesia merupakan bagian integral dari Ormat Technologies, Inc., sebuah korporasi energi terbarukan multinasional yang berbasis di Reno, Nevada, Amerika Serikat.

Dengan rekam jejak lebih dari 50 tahun, Ormat telah memantapkan posisinya sebagai pionir dalam pengembangan, manufaktur, dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) serta pemulihan energi buangan (Recovered Energy Generation/REG).

Sebagai perusahaan publik yang terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE: ORA) dan Tel Aviv Stock Exchange (TASE), Ormat menguasai seluruh rantai nilai bisnis, mulai dari eksplorasi sumber daya hingga manajemen aset pembangkit secara mandiri.

Perjalanan Ormat dimulai pada tahun 1965 di Yavne, Israel, oleh pasangan insinyur Lucien Y. Bronicki dan Yehudit "Dita" Bronicki.

Awalnya bernama Ormat Turbines Ltd., perusahaan ini berfokus pada turbin surya berbasis teknologi Organic Rankine Cycle (ORC).

  • 1966: Memasang unit ORC surya pertama di Mali untuk pompa air.
  • Era 70-an: Memasok unit pembangkit untuk infrastruktur pipa minyak di Alaska yang masih beroperasi hingga kini.
  • Era 80-an & 90-an: Bertransformasi menjadi kontraktor turnkey dan operator pembangkit. Membangun unit komersial pertama di AS (Wabuska) dan kompleks Olkaria III di Kenya.
  • Inovasi: Mengantongi lebih dari 100 paten, termasuk teknologi Geothermal Combined Cycle Plant yang sangat efisien.

Kepemilikan dan Pemegang Saham Utama

Memasuki awal 2026, struktur kepemilikan saham Ormat Technologies didominasi oleh institusi keuangan raksasa global. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar modal internasional terhadap keberlanjutan bisnis energi bersih perusahaan.

Berikut adalah daftar pemegang saham institusional utama berdasarkan data terbaru:

Investor Institusi

Estimasi Kepemilikan

  • BlackRock, Inc.  ~14,67%
  • Vanguard Group Inc ~9,85%
  • State Street Corporation ~3,96%
  • Clal Insurance Enterprises Holdings Ltd ~3,57%
  • Global Alpha Capital Management Ltd.~2,83%

Selain itu, aset Ormat juga menjadi komponen penting dalam berbagai Reksa Dana dan ETF global, seperti iShares Russell 2000 ETF dan iShares Global Clean Energy Transition UCITS ETF.

Inti dari keunggulan perusahaan terletak pada Ormat Energy Converter (OEC), teknologi yang mampu mengubah panas suhu rendah hingga tinggi menjadi listrik secara maksimal. Hingga saat ini, jejak langkah Ormat meliputi:

  • Total Kapasitas Terpasang: Mencapai sekitar 3.400 MW di seluruh dunia.
  • Portofolio Mandiri: Mengoperasikan sekitar 1,5 GW aset (1,2 GW geothermal & surya, 290 MW penyimpanan energi).
  • Jangkauan Wilayah: Beroperasi di Amerika Serikat, Kenya, Guatemala, Honduras, Guadeloupe, dan Indonesia.

Di Indonesia, keterlibatan Ormat yang paling menonjol adalah pada proyek Sarulla 330 MW di Sumatera Utara, yang merupakan salah satu kompleks panas bumi terbesar di dunia.

Melalui akuisisi Viridity Energy, perusahaan kini aktif mengoperasikan proyek penyimpanan baterai skala besar di wilayah strategis seperti Texas (Rabbit Hill) dan California (Pomona).

Meskipun kantor pusatnya berada di Amerika Serikat, Ormat mempertahankan hubungan sejarah dan teknis yang kuat dengan Israel.

Fasilitas manufaktur utamanya masih berlokasi di Yavne, Israel, dengan tambahan fasilitas di Turki. Pada tahun 2013, kementerian terkait di Israel menobatkan Ormat sebagai "Exporter of the Year" atas kepemimpinan globalnya di sektor geothermal.

Keterlibatan teknologi asal Israel di Indonesia melalui Ormat sempat menjadi sorotan media internasional (The Times of Israel, 2014), mengingat kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Sepucuk Surat Ini, Menteri Bahlil Menangkan Perusahaan Israel Garap Tambang RI

Lewat Sepucuk Surat Ini, Menteri Bahlil Menangkan Perusahaan Israel Garap Tambang RI

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:23 WIB

ESDM Izinkan Afiliasi Israel Kelola Geothermal Halmahera

ESDM Izinkan Afiliasi Israel Kelola Geothermal Halmahera

Video | Selasa, 17 Februari 2026 | 16:28 WIB

Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal

Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal

News | Senin, 16 Februari 2026 | 21:05 WIB

Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing

Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing

News | Senin, 16 Februari 2026 | 19:51 WIB

Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP

Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP

News | Senin, 16 Februari 2026 | 16:43 WIB

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Kementerian ESDM Beri Izin Perusahaan Israel Garap Proyek Geothermal di Halmahera?

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 09:10 WIB

Terkini

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Operasi CANTVR Dihentikan, Diduga Tawarkan Investasi Ilegal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:33 WIB

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Produk Ekspor Indonesia Bisa Laku di Karena Rupiah Melemah, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:22 WIB

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Rupiah yang Memble Jadi Tantangan Industri Logistik, Ini Strategi SiCepat Ekspres

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 23:14 WIB

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Panasonic GOBEL Hadirkan ART with HEART: Pamerkan 70 Karya Seniman Difabel dan Senior

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:18 WIB

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Emiten CRSN Bidik Pendapatan Naik 22%, Begini Strateginya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:49 WIB

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Kemenko Perekonomian Bidik Sektor Digital demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:34 WIB

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Emiten Grup Djarum SUPR Lebih Pilih Cabut dari Bursa Ketimbang Free Float

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:11 WIB

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Kemendag Klaim Ekspor Produk Kreatif RI Tumbuh Positif

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:10 WIB