Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:20 WIB
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
  • Bitcoin (BTC) turun 2,5% dalam 24 jam menjadi US$ 66.200 akibat risalah FOMC hawkish The Fed.
  • Risalah FOMC Januari mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga, memicu penguatan Dolar AS dan koreksi kripto.
  • Penurunan lima minggu berturut-turut ini menguji support kritis Bitcoin di level harga US$ 66.000.

Suara.com - Aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC), mencatatkan penurunan sebesar 2,5% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Saat ini, BTC bertengger di level US$ 66.200, melorot cukup jauh dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh angka US$ 68.500.

Melansir laporan Coindesk, meskipun Bitcoin sempat menunjukkan performa kuat di awal hari, tren positif tersebut justru berbalik arah secara mendadak. Penurunan tajam ini tidak hanya menimpa Bitcoin, tetapi juga menjalar ke hampir seluruh sektor aset digital lainnya.

Koreksi harga di pasar kripto terjadi beriringan dengan melandainya bursa saham Amerika Serikat menjelang penutupan pasar.

Sentimen negatif ini dipicu oleh rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari bank sentral AS, Federal Reserve, untuk edisi Januari.

Secara mengejutkan, risalah tersebut bernada sangat hawkish. Meskipun mayoritas pejabat bank sentral sepakat untuk menunda pemotongan suku bunga, kejutan besar muncul lewat pernyataan bahwa The Fed tidak menutup kemungkinan untuk kembali menaikkan suku bunga apabila angka inflasi tetap membandel di level tinggi.

Dampaknya, indeks Dolar AS (DXY) langsung melesat ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.

Dalam korelasi pasar yang lazim, penguatan Dolar AS cenderung menekan performa aset berisiko seperti kripto, dan fenomena yang terjadi pada Rabu hingga Kamis ini mengonfirmasi pola tersebut.

Bitcoin Hadapi Ujian Terburuk Sejak 2022

Secara teknikal, penurunan ini menandai rapor merah bagi Bitcoin yang telah mencatatkan kerugian selama lima minggu berturut-turut. Rentetan penurunan mingguan ini merupakan yang terburuk sejak fase pasar bearish berkepanjangan pada tahun 2022 silam.

Saat ini, Bitcoin berada pada titik kritis. Level US$ 66.000 kini menjadi area dukungan (support) krusial yang diuji oleh pasar.

Skenario Optimis: Minggu lalu, level ini berhasil bertahan dan menjadi pijakan bagi BTC untuk melesat di atas US$ 70.000.

Skenario Pesimis: Jika level US$ 66.000 ini gagal bertahan dan ditembus secara signifikan, para pelaku pasar diprediksi akan mulai mewaspadai penurunan lebih lanjut menuju level terendah awal Februari di kisaran US$ 60.000.

Sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada data makroekonomi AS. Jika inflasi ke depan tidak menunjukkan tanda-tanda pendinginan, tekanan pada Bitcoin kemungkinan akan bertahan lebih lama seiring dengan menguatnya narasi suku bunga tinggi (high for longer).

Para investor disarankan untuk memantau volume perdagangan di area support saat ini untuk melihat apakah ada aksi beli yang cukup kuat untuk menahan kejatuhan lebih dalam.


DISCLAIMER: Investasi pada aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), memiliki risiko volatilitas harga yang sangat tinggi. Pergerakan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar global. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan berita, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi finansial untuk membeli atau menjual aset digital tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor secara pribadi. Selalu lakukan riset mendalam atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum melakukan transaksi di pasar kripto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:29 WIB

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30 WIB

Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000

Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 13:35 WIB

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 15:05 WIB

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 20:31 WIB

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:42 WIB

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 17:06 WIB

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 15:33 WIB

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 14:14 WIB

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:12 WIB

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 10:05 WIB

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam

Bisnis | Minggu, 05 April 2026 | 08:49 WIB

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB