Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Kamis, 19 Februari 2026 | 11:20 WIB
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Bitcoin [Envato]
baca 10 detik
  • Bitcoin (BTC) turun 2,5% dalam 24 jam menjadi US$ 66.200 akibat risalah FOMC hawkish The Fed.
  • Risalah FOMC Januari mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga, memicu penguatan Dolar AS dan koreksi kripto.
  • Penurunan lima minggu berturut-turut ini menguji support kritis Bitcoin di level harga US$ 66.000.

Suara.com - Aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC), mencatatkan penurunan sebesar 2,5% dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Saat ini, BTC bertengger di level US$ 66.200, melorot cukup jauh dari posisi sebelumnya yang sempat menyentuh angka US$ 68.500.

Melansir laporan Coindesk, meskipun Bitcoin sempat menunjukkan performa kuat di awal hari, tren positif tersebut justru berbalik arah secara mendadak. Penurunan tajam ini tidak hanya menimpa Bitcoin, tetapi juga menjalar ke hampir seluruh sektor aset digital lainnya.

Koreksi harga di pasar kripto terjadi beriringan dengan melandainya bursa saham Amerika Serikat menjelang penutupan pasar.

Sentimen negatif ini dipicu oleh rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari bank sentral AS, Federal Reserve, untuk edisi Januari.

Secara mengejutkan, risalah tersebut bernada sangat hawkish. Meskipun mayoritas pejabat bank sentral sepakat untuk menunda pemotongan suku bunga, kejutan besar muncul lewat pernyataan bahwa The Fed tidak menutup kemungkinan untuk kembali menaikkan suku bunga apabila angka inflasi tetap membandel di level tinggi.

Dampaknya, indeks Dolar AS (DXY) langsung melesat ke level tertingginya dalam dua pekan terakhir.

Dalam korelasi pasar yang lazim, penguatan Dolar AS cenderung menekan performa aset berisiko seperti kripto, dan fenomena yang terjadi pada Rabu hingga Kamis ini mengonfirmasi pola tersebut.

Bitcoin Hadapi Ujian Terburuk Sejak 2022

Secara teknikal, penurunan ini menandai rapor merah bagi Bitcoin yang telah mencatatkan kerugian selama lima minggu berturut-turut. Rentetan penurunan mingguan ini merupakan yang terburuk sejak fase pasar bearish berkepanjangan pada tahun 2022 silam.

baca juga

Saat ini, Bitcoin berada pada titik kritis. Level US$ 66.000 kini menjadi area dukungan (support) krusial yang diuji oleh pasar.

Skenario Optimis: Minggu lalu, level ini berhasil bertahan dan menjadi pijakan bagi BTC untuk melesat di atas US$ 70.000.

Skenario Pesimis: Jika level US$ 66.000 ini gagal bertahan dan ditembus secara signifikan, para pelaku pasar diprediksi akan mulai mewaspadai penurunan lebih lanjut menuju level terendah awal Februari di kisaran US$ 60.000.

Sentimen pasar saat ini sangat bergantung pada data makroekonomi AS. Jika inflasi ke depan tidak menunjukkan tanda-tanda pendinginan, tekanan pada Bitcoin kemungkinan akan bertahan lebih lama seiring dengan menguatnya narasi suku bunga tinggi (high for longer).

Para investor disarankan untuk memantau volume perdagangan di area support saat ini untuk melihat apakah ada aksi beli yang cukup kuat untuk menahan kejatuhan lebih dalam.


DISCLAIMER: Investasi pada aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), memiliki risiko volatilitas harga yang sangat tinggi. Pergerakan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen pasar global. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan berita, bukan merupakan ajakan atau rekomendasi finansial untuk membeli atau menjual aset digital tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor secara pribadi. Selalu lakukan riset mendalam atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum melakukan transaksi di pasar kripto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Harga Bitcoin dan Kurs Dolar AS Mulai Berseberangan, Anomali Tahun Ini Berlanjut?

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 07:29 WIB

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Harvard Borong Ethereum Rp1,4 Triliun, Pasar Kripto Kembali Bergairah

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bitcoin Terjepit di Level USD 67.000, Bearish Mengintai

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30 WIB

Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000

Harga Bitcoin Optimis Kembali ke Level USD 90.000 Usai Terperosok ke USD 61.000

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 13:35 WIB

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bitcoin Kembali ke Level USD 70.000: Akumulasi Nyata atau Jebakan Bull Trap?

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 15:05 WIB

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB

Terkini

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:46 WIB

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:45 WIB

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:44 WIB

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:43 WIB

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:40 WIB

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:36 WIB

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:31 WIB

×