Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 13:22 WIB
Sektor Riil Wait and See, Bos BRI: Kredit Melambat Bukan Karena Likuiditas Kering
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi mengungkapkan, data survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya penurunan signifikan pada permintaan kredit baru di hampir seluruh segmen. Foto BRI.
  • Kredit melambat karena faktor permintaan dan sikap wait and see pelaku usaha.
  • Undisbursed loan naik ke 10,22%, bukti dana bank tersedia tapi belum ditarik.
  • Penurunan kredit dipicu lesunya sektor manufaktur, pertanian, dan perdagangan.

Suara.com - Melambatnya pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia belakangan ini dinilai bukan disebabkan oleh seretnya pasokan dana atau likuiditas. Sebaliknya, fenomena ini lebih dipicu oleh faktor permintaan (demand) yang lesu serta sikap pelaku usaha yang cenderung menunggu momentum atau wait and see.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Hery Gunardi mengungkapkan, data survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya penurunan signifikan pada permintaan kredit baru di hampir seluruh segmen.

"Perlambatan ini lebih banyak disebabkan oleh faktor demand. Likuiditas perbankan sebenarnya tersedia, tetapi pemanfaatannya belum optimal," ujar Hery dalam sebuah webinar, Kamis (19/2/2026).

Hery merinci, penurunan paling tajam terjadi pada segmen kredit konsumsi yang anjlok dari 62,9 persen menjadi 13,4 persen. Sementara itu, kredit UMKM juga mengalami moderasi dari 78,4 persen ke level 58,8 persen.

Indikasi melimpahnya likuiditas yang tak terpakai tercermin dari angka undisbursed loan atau kredit yang sudah disetujui namun belum ditarik oleh debitur, yang justru merangkak naik ke posisi 10,22 persen.

"Artinya, ada sikap wait and see dari dunia usaha maupun rumah tangga. Tantangannya bukan pada supply dana, melainkan pada kepercayaan dan prospek usaha ke depan," tegasnya.

Hery juga menyoroti tantangan lain berupa kenaikan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang mulai menanjak sejak Desember 2024. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa arus kas (cash flow) para pelaku UMKM belum pulih sepenuhnya.

Kombinasi antara melemahnya pertumbuhan kredit dan kenaikan risiko ini membuat perbankan kini jauh lebih selektif dan mengedepankan mitigasi risiko yang ketat.

"Ekspansi UMKM tetap penting, tetapi harus berbasis pada ekosistem cash flow yang memiliki visibility lebih baik serta early warning system yang lebih kuat," imbuh Hery.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa loyonya penyaluran kredit berkaitan erat dengan perlambatan di tiga sektor utama penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB), yakni manufaktur, pertanian, dan perdagangan. Mengingat ketiga sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, kelesuan di sana berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Yang dibutuhkan bukan sekadar tambahan likuiditas, tetapi penguatan kepercayaan agar pelaku usaha kembali berekspansi," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?

Philippe Coutinho Putus Kontrak dengan Vasco da Gama Usai Dicemooh Suporter, Minat ke Liga 1?

Bola | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:15 WIB

Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan

Ramadan Tetap Maksimal, PSIM Yogyakarta Sesuaikan Jadwal Latihan

Bola | Rabu, 18 Februari 2026 | 22:56 WIB

Misi Besar Febri Hariyadi Bawa Persis lolos Lolos dari Degradasi, Mampukah?

Misi Besar Febri Hariyadi Bawa Persis lolos Lolos dari Degradasi, Mampukah?

Bola | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:54 WIB

Terkini

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:57 WIB

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:44 WIB

Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara

Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB

ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya

ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:14 WIB

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:06 WIB

Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 22-24 Mei 21026, Daging Ayam Diskon 40 Persen!

Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 22-24 Mei 21026, Daging Ayam Diskon 40 Persen!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:58 WIB

Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto

Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:24 WIB

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Lalamove Masuk Jerman, Bidik 3,4 Juta UKM dengan Logistik On-Demand

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:08 WIB

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:01 WIB