Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

RI Keok! CELIOS Bongkar Borok Perjanjian Dagang Prabowo-Trump

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 18:16 WIB
RI Keok! CELIOS Bongkar Borok Perjanjian Dagang Prabowo-Trump
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
  • Indonesia dinilai kalah telak dalam aspek non-tarif pada perjanjian dagang dengan AS.
  • RI wajib impor energi US$ 15 miliar & tarif 0% bagi produk AS.
  • Hilirisasi terancam gagal akibat pembebasan ekspor mineral kritis mentah ke Amerika.

Suara.com - Kesepakatan dagang teranyar antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) menuai kritik pedas. Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai posisi Indonesia dalam perundingan tersebut sangat lemah, bahkan cenderung memberikan "karpet merah" bagi kepentingan ekonomi Paman Sam.

Peneliti CELIOS, Nailul Huda, secara blak-blakan menyebut Indonesia kalah telak di hampir semua lini. Meskipun ada kesepakatan tarif 19 persen bagi produk Indonesia, hal itu dianggap bukan sebuah prestasi besar jika dibandingkan dengan konsesi non-tarif yang diberikan Jakarta kepada Washington.

"Saya merasa Indonesia kalah dalam segala aspek di perundingan dagang dengan US. Kesepakatan tarif 19 persen tentu tidak bisa langsung dikatakan 'kemenangan' karena sangat tergantung pada kesepakatan non-tarif," tegas Huda kepada Suara.com, Jumat (20/2/2026).

Huda menyoroti salah satu poin yang dianggap menjerat, yakni kewajiban Indonesia mengimpor produk energi dari AS senilai US$ 15 miliar. Di sisi lain, hampir seluruh produk asal AS yang masuk ke pasar domestik Indonesia dibebaskan dari pajak.

"Masalahnya adalah keharusan impor produk energi dari AS, sementara 98 persen lebih produk AS mendapatkan tarif nol persen ke Indonesia. Ketimpangannya sangat ketara," tambahnya.

Sektor pertambangan tak luput dari sorotan. Perjanjian ini mewajibkan Indonesia memfasilitasi investasi AS mulai dari eksplorasi hingga ekspor mineral kritis. Ironisnya, Indonesia juga dipaksa menghapus pembatasan ekspor komoditas strategis tersebut ke AS.

Huda menilai kebijakan ini akan memicu pembukaan lahan tambang baru secara masif, mengingat cadangan yang ada saat ini sudah banyak dikuasai oleh perusahaan China.

"Perusahaan AS diberikan keleluasaan tinggi. Artinya, akan ada pembukaan lahan tambang baru lagi untuk mereka," ungkap Huda.

Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan program hilirisasi kebanggaan pemerintah. Dengan diperbolehkannya kembali ekspor bahan mentah secara bebas ke AS, semangat pengolahan di dalam negeri terancam layu sebelum berkembang.

"Program hilirisasi akan semakin dipertanyakan kelanjutannya. Selain itu, kerusakan lingkungan dipastikan akan semakin besar karena eksploitasi yang kembali terbuka lebar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:01 WIB

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Berkat Perjanjian Prabowo-Trump, AS Bisa Kuasai Mineral Kritis RI

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Inovasi Baru PGTC 2026: Energy AdSport Challenge Jadi Wadah Mahasiswa Berprestasi Jalur Non-Akademis

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:53 WIB

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

BRI Consumer Expo Jakarta 2026 Hadir di JICC: Banjir Promo Hunian, Kendaraan, Sampai Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 22:38 WIB

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:38 WIB

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:20 WIB

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:16 WIB

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 21:05 WIB

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:59 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:41 WIB