Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 22 Februari 2026 | 21:40 WIB
Amerika Serikat Masih 'Labil', Pemerintah Diminta Tak Buru-buru Ratifikasi ART RIAS
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Direktur Celios, Bhima Yudhistira, meminta pemerintah Indonesia menunda ratifikasi perjanjian ART dengan Amerika Serikat.
  • Dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat masih sangat cair dan berpotensi berubah signifikan sewaktu-waktu.
  • Bhima menyarankan Indonesia mencermati perkembangan politik dan hukum AS sebelum mengambil keputusan ratifikasi ART.

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara meminta pemerintah Indonesia tidak terburu-buru mengambil langkah ratifikasi perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat.

Ia menilai dinamika kebijakan perdagangan di Negeri Paman Sam masih sangat cair dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Bhima menyabut, perkembangan politik dan hukum di Amerika Serikat perlu dicermati secara hati-hati sebelum Indonesia menentukan sikap terhadap kesepakatan dagang tersebut.

Menurutnya, situasi di Washington belum sepenuhnya stabil, terutama terkait kebijakan tarif global yang diusung Presiden Donald Trump.

“Indonesia harus pasang kuda-kuda, lebih hati hati mencermati perkembangan di AS,” ujar Bhima kepada Suara.com, Minggu (22/2/2026).

Ia menilai keputusan Mahkamah Agung AS yang sebelumnya membatalkan kebijakan tarif resiprokal Trump memang memberi ruang bagi Indonesia.

Namun, Bhima mengingatkan putusan hukum di AS masih bisa berubah seiring dinamika politik yang berkembang.

“Sangat mungkin supreme court kembali menganulir kebijakan tarif Trump," jelasnya. 

Karena itu, ia menyarankan pemerintah tidak tergesa melakukan ratifikasi maupun revisi terhadap perjanjian ART. Langkah cepat dinilai berisiko jika nantinya kebijakan perdagangan AS kembali berubah arah.

baca juga

“Jangan buru-buru ratifikasi atau revisi ART," sambung dia.

Bhima menilai kehati-hatian diperlukan agar Indonesia tidak terjebak dalam kesepakatan jangka panjang yang bisa merugikan posisi ekonomi nasional. Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan setiap perjanjian dagang benar-benar menguntungkan sebelum disahkan.

Menurutnya, situasi global yang penuh ketidakpastian membuat strategi perdagangan Indonesia harus lebih fleksibel. Pemerintah dinilai perlu menjaga ruang manuver agar tidak terkunci dalam satu skema kerja sama tertentu.

Bhima juga menekankan pentingnya pemerintah menimbang ulang kepentingan nasional sebelum melanjutkan proses pembahasan ART di tingkat parlemen. Ia menilai keputusan ratifikasi sebaiknya menunggu arah kebijakan perdagangan AS benar-benar jelas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP

Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 21:28 WIB

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:46 WIB

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 18:15 WIB

Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara

Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 17:55 WIB

Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!

Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:00 WIB

Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?

Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:00 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×