Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP

Bella

Minggu, 22 Februari 2026 | 21:28 WIB
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
Foto Donald Trump, Prabowo Subianto, dan Board of Peace (Sumber: yoursay.suara.com)
baca 10 detik
  • Pakar hukum mengingatkan Pemerintah Indonesia waspada skema perdamaian Gaza Donald Trump karena indikasi akal bulus Israel.
  • Skema tersebut diduga merupakan strategi jangka panjang mengosongkan Gaza dan mengubah demografi menjadi kawasan komersial eksklusif.
  • Indonesia harus hati-hati agar tidak terlibat pelucutan senjata Palestina di bawah mandat BOP, berisiko merusak citra dan stabilitas domestik.

Suara.com - Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk waspada terhadap skema perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump melalui Board of Peace (BOP). Ia menilai terdapat indikasi kuat adanya akal bulus Israel di balik rencana rekonstruksi wilayah tersebut.

Hikmahanto menyoroti adanya pola sistematis yang bertujuan mengosongkan wilayah Gaza dari penduduk asli Palestina, terlebih dengan kedok misi kemanusiaan dan perdamaian.

Skema ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk mengubah demografi Gaza menjadi kawasan komersial eksklusif.

"Ini kayaknya jebakan. Jebakan yang kelihatannya manis, tetapi ujungnya nih yang nggak manis. Ujungnya itu adalah rakyat Palestina tidak akan mendapatkan negaranya," kata Hikmahanto, dikutip dari podcast di YouTube Forum Keadilan TV bertajuk Akal-akalan Trump Rekonstruksi Gaza, Minggu (22/2/2026).

Dalam analisisnya, dipaparkan Hikmahanto, evakuasi warga sipil dengan alasan pengobatan dan pembangunan infrastruktur mewah merupakan langkah awal pengusiran secara halus.

"Sekarang manis nggak kalau misalnya, 'Sudah kamu keluar yang sakit, ya kita evakuasi, kita sembuhkan dan lain sebagainya'? Pasti manislah, manusiawi sekali," ucapnya.

"Demikian juga dengan 'Kita bangun dan lain sebagainya, kamu minggir dulu ya', tapi ketika masuk, harganya mahal nih gitu kan. Uangnya dari mana? Mereka bekerja apa? Apa itu gratis atau tidak?" imbuhnya.

Lebih lanjut, Hikmahanto memperingatkan pemerintah agar tidak tergiur dengan keistimewaan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.

Ia khawatir sikap naif demi mendapatkan keuntungan diplomatik justru akan menjerumuskan Indonesia ke dalam posisi sulit, baik secara internasional maupun domestik.

baca juga

"Jangan sampai kita itu naif karena ingin lebih dekat dengan Trump, kita dapat favor katakanlah begitu ya, keistimewaan-keistimewaan dari Amerika Serikat di bawah Trump gitu ya, lalu kemudian kita bilang, 'Oh ya udah bagus nih.' gitu," ungkapnya.

Strategi 'kuda Troya' yang kerap digembar-gemborkan sebagai alasan Indonesia masuk ke dalam Dewan Perdamaian itu, kata akademisi UI tersebut, justru berisiko besar gagal.

Pasalnya, terdapat perbedaan visi fundamental antara Indonesia yang menginginkan kemerdekaan Palestina dengan Israel yang menolaknya. Kondisi ini membuat posisi tawar Indonesia rentan dimanipulasi oleh pimpinan BOP.

Hikmahanto juga menyoroti rencana pengiriman personel keamanan atau International Stabilization Force (ISF). Menurut dia, mandat pengiriman pasukan Indonesia hanya boleh dilakukan di bawah payung Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Jika Indonesia terlibat melucuti senjata kelompok pejuang Palestina, seperti Hamas, atas instruksi BOP, hal tersebut dinilai akan merusak citra negara dan mengancam stabilitas politik dalam negeri.

"Kalau mandatnya dari BoP dan tugasnya adalah melucuti senjata Hamas, kita jadi anteknya Israel. Ini yang bahaya. Ini menjadi melegitimasi yang seharusnya dilakukan oleh Israel apa yang terjadi hari ini, tapi ini Indonesia," terangnya.

"Dan ini di mata rakyat kita akan buruk. Wah, nanti marahnya rakyat itu menggerus legitimasi Bapak Presiden yang punya approval rate yang sangat luar biasa," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Hikmahanto meminta para pembantu presiden di kabinet agar memberikan masukan strategis yang mendalam sehingga tidak sekadar menyetujui tawaran internasional tanpa kajian matang.

"Kita tidak mau nih akal bulusnya Israel, ternyata apa? Kita seolah-olah sebagai alatnya Israel. Kalau bahasa Jawa itu nabok nyilih tangan. Iya, nabok Hamas oleh Israel tapi menggunakan tangannya Indonesia. Udah nggak bener kalau misalnya seperti itu," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:46 WIB

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 18:15 WIB

Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!

Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 20:00 WIB

Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?

Fred Grim Soroti Kelemahan Ajax Usai Ditahan NEC 1-1, Kritik Maarten Paes?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 19:00 WIB

22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras

22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:06 WIB

Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity

Menbud Fadli Zon: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Kebudayaan Dunia dan Super Power Megadiversity

News | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:20 WIB

Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?

Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 15:25 WIB

Last Man Standing, 2 Penggawa Timnas Indonesia Bisa Saling Hancurkan di Liga Champions Asia

Last Man Standing, 2 Penggawa Timnas Indonesia Bisa Saling Hancurkan di Liga Champions Asia

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:17 WIB

Pujian Setinggi Langit Ajax Soal Debut Maarten Paes, Dibilang Punya Peran Kunci!

Pujian Setinggi Langit Ajax Soal Debut Maarten Paes, Dibilang Punya Peran Kunci!

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 14:05 WIB

Maarten Paes Kecewa Usai Debut Bareng Ajax Amsterdam, Ini Penyebabnya

Maarten Paes Kecewa Usai Debut Bareng Ajax Amsterdam, Ini Penyebabnya

Bola | Minggu, 22 Februari 2026 | 13:59 WIB

Terkini

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

IPW ke Panglima TNI: Jangan Biarkan Oknum Lindungi Koruptor dan Coreng Citra Institusi!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:53 WIB

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB

Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR

Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:54 WIB

Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti

Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:43 WIB

Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Sudah Jadi Tersangka, Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:42 WIB

Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu

Gus Lilur Minta Prabowo Segera Rukunkan Polri-Kejaksaan: Jangan Biarkan Beradu

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:37 WIB

Geger Isu Teror di Kantor BGN, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Geger Isu Teror di Kantor BGN, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:29 WIB

Garansi Harga BBM Rakyat Kecil Tak Naik, Prabowo Sentil Pengusaha Pakai Lamborghini

Garansi Harga BBM Rakyat Kecil Tak Naik, Prabowo Sentil Pengusaha Pakai Lamborghini

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:20 WIB

Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur

Prabowo Didesak Turun Tangan, Cegah Konflik Polri-Kejaksaan Makin Melebar: TNI Jangan Ikut Campur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:16 WIB

Nama Febrie Terseret Isu Korupsi, Habiburokhman: Jika Bukti Kuat Harus Diproses

Nama Febrie Terseret Isu Korupsi, Habiburokhman: Jika Bukti Kuat Harus Diproses

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:14 WIB

×