Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 14:48 WIB
Emiten NETV Tiba-tiba Ditinggal Direktur Utamanya
Direktur Utama PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV), Lie Halim. [Dokumentasi NETV].
  • Lie Halim mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama PT MDTV Media Technologies Tbk pada 20 Februari 2026.
  • Pengunduran diri ini akan disahkan melalui RUPS dan tidak berdampak pada kelangsungan bisnis maupun keuangan perseroan.
  • Hingga kuartal ketiga 2025, NETV mencatatkan rugi bersih sebesar Rp137,07 miliar akibat merosotnya pendapatan iklan.

Suara.com - Emiten media, PT MDTV Media Technologies Tbk. (NETV), mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama, Lie Halim dari jabatannya. Pengunduran diri Lie Halim ini diungkap setelah dirinya mengirim sepucuk surat kepada manajemen.

"Pada tanggal 20 Februari 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Lie Halim selaku Direktur Utama Perseroan," tulis Corporate Secreatry NETV, Cecil Samantha Sasmita seperti dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (23/2/2026).

Cecil mengungkapkan, Lie Halim akan resmi meninggalkan perseroan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Adapun, Perseroan akan menyelenggarakan RUPS untuk menindaklanjuti pengunduran diri tersebut paling lambat dalam jangka waktu 90 hari, sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014.

Ia juga menegaskan, pengunduran diri Lie Halim secara tiba-tiba ini tidak memiliki dampak terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha Perseroan.

Untuk diketahui, PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) masih mencatatkan tekanan kinerja hingga kuartal III 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp137,07 miliar.

Kinerja tersebut berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya, di mana perusahaan sempat mencatatkan laba bersih. Penurunan signifikan pada sisi pendapatan menjadi faktor utama yang menekan bottom line perseroan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, NETV mencatatkan pendapatan sebesar Rp64,88 miliar. Angka ini merosot lebih dari 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tekanan terutama berasal dari melemahnya pendapatan iklan, baik dari segmen televisi maupun digital. Penurunan pendapatan tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh efisiensi beban operasional, sehingga perseroan masih mencatatkan kerugian.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat mengalami penyusutan dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, posisi liabilitas menunjukkan peningkatan, mencerminkan tantangan likuiditas yang masih dihadapi perusahaan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?

OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:48 WIB

Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?

Saham Emiten Operator Klub Malam Ini Kena Suspensi di Bulan Ramadan, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 11:15 WIB

Emiten RI Bidik Kursi Raksasa Fastener Dunia, Incar Pasar UAE hingga AS

Emiten RI Bidik Kursi Raksasa Fastener Dunia, Incar Pasar UAE hingga AS

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:58 WIB

Terkini

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Jungkir Balik Harga Saham BUMI

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:39 WIB

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Kabar Terbaru B50: Bahlil Sebut Kendala Pabrik Sudah Ada Solusi!

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:38 WIB

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:03 WIB

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:58 WIB

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:51 WIB