Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 23 Februari 2026 | 15:43 WIB
Trump Terjepit Keputusan MA, Rupiah 'Terbang' ke Rp16.802
Nilai tukar rupiah sukses melanjutkan tren positif dengan parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (23/2/2026). Foto Antara
baca 10 detik
  • Rupiah menguat 0,51% ke Rp16.802 per dolar AS akibat sentimen global.
  • Dolar AS loyo usai MA anulir tarif Trump dan data ekonomi AS yang lesu.
  • Analis ingatkan waspada defisit anggaran domestik yang bisa tekan rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah sukses melanjutkan tren positif dengan parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (23/2/2026). Melemahnya dolar AS akibat faktor politik dan ekonomi di Negeri Paman Sam menjadi angin segar bagi mata uang Garuda.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.802 per dolar AS. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan sebesar 0,51 persen dibandingkan penutupan Jumat (20/2/2026) yang sempat tertahan di posisi Rp16.888. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia turut menguat ke level Rp16.818 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah kali ini murni didorong oleh faktor eksternal. Keputusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang menganulir kebijakan tarif Donald Trump menjadi pukulan telak bagi the greenback.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pertumbuhan ekonomi AS berada jauh di bawah ekspektasi dan adanya keputusan MA yang menganulir tarif Trump," ujar Lukman saat dihubungi.

Meski sedang berada di atas angin, Lukman mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada. Fokus investor diprediksi akan segera beralih ke isu-isu domestik yang berpotensi memberikan tekanan balik bagi rupiah.

Beberapa poin krusial yang perlu dipantau antara lain kekhawatiran pasar terhadap pengelolaan fiskal dalam negeri, prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan sentimen terkait rebalancing indeks MSCI yang bisa memicu aliran modal keluar.

Merayakan pelemahan dolar. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat berjamaah. Peso Filipina memimpin klasemen dengan lonjakan 1,02 persen, disusul dolar Taiwan (0,64 persen), dan ringgit Malaysia (0,42 persen).

Di barisan belakang, won Korea Selatan, yen Jepang, dan baht Thailand juga kompak terapresiasi. Tercatat hanya dolar Hong Kong yang harus gigit jari karena melemah tipis 0,03 persen terhadap dolar AS sore ini.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 12:40 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Alami Tekanan ke Level Rp16.843

Rupiah Bangkit, Dolar AS Alami Tekanan ke Level Rp16.843

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 09:48 WIB

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998

Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:55 WIB

Terkini

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Anak Skena di Cherrypop 2026 Diajak Melek Sampah Plastik Bareng POPSEA

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian

Entertainment | Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:18 WIB

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya

Sumsel | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib

Jabar | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong

Bola | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang

Banten | Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:03 WIB

×