Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Senin, 23 Februari 2026 | 07:55 WIB
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Ekonom Bank Permata menyatakan fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih baik daripada krisis moneter 1997-1998.
  • Pelemahan rupiah menguntungkan eksportir namun memberi tekanan biaya signifikan pada importir dan industri bergantung impor.
  • Dampak pelemahan rupiah dirasakan oleh sektor manufaktur, elektronik, dan farmasi, berpotensi meningkatkan harga barang.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp17.000 per dolar AS memunculkan kekhawatiran publik. Salah satunya terulangnya krisis moneter 1997-1998.

Namun, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menekankan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan periode krisis tersebut.

Menurut Josua, secara nominal level rupiah saat ini memang mendekati posisi ketika Indonesia mengalami krisis pada 1997-1998. Namun, dari sisi fundamental ekonomi, situasinya tidak dapat disamakan.

“Kalau kita lihat levelnya memang hampir sama seperti saat krisis moneter 1997-1998. Tetapi kondisi ekonomi kita saat itu dengan sekarang tentu jauh berbeda. Fundamental ekonomi kita sekarang jauh lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Josua menjelaskan, dalam jangka pendek pelemahan rupiah memberikan dampak yang berbeda bagi pelaku usaha, terutama antara eksportir dan importir.

Dari sisi eksportir, penguatan dolar AS justru membawa keuntungan. Arus kas berpotensi meningkat dan kemampuan pembayaran korporasi menjadi lebih kuat karena pendapatan berbasis dolar.

Ilustrasi industri saat beroperasi.Suplai gas terhadap industri berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. [Istimewa]
Ilustrasi industri saat beroperasi. [Istimewa]

Sebaliknya, bagi importir dan industri yang bergantung pada bahan baku impor, tekanan biaya mulai terasa. Kenaikan nilai dolar membuat harga barang impor meningkat, termasuk bahan baku produksi.

“Sebagian besar industri manufaktur kita masih mengandalkan bahan baku impor. Jika pelemahan rupiah berlanjut, ini bisa berdampak pada kenaikan biaya produksi dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang,” jelasnya.

Beberapa sektor yang berpotensi terdampak antara lain produk elektronik, farmasi dan obat-obatan, serta jasa yang memiliki komponen input impor cukup besar.

baca juga

"Kenaikan harga di sektor-sektor tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi daya beli masyarakat," bebernya.

Meski demikian, Josua menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panik, terutama bagi mereka yang tidak memiliki paparan langsung terhadap risiko nilai tukar.

Sebab, risiko nilai tukar lebih relevan bagi pelaku usaha yang bergantung pada impor atau individu yang memiliki kebutuhan pembayaran dalam valuta asing, seperti biaya pendidikan di luar negeri.

“Kalau tidak memiliki kebutuhan impor yang tinggi atau tidak memiliki kewajiban dalam mata uang asing, sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir dengan pergerakan rupiah saat ini,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD

Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 16:07 WIB

Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi

Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 09:33 WIB

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:38 WIB

Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini

Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Rupiah Kembali Melemah Terseret Sentimen Global

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:32 WIB

Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788

Rupiah Melemah Tersengat IHSG yang Anjlok, Dolar AS Jadi Kuat ke Level Rp16.788

Bisnis | Kamis, 29 Januari 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Mahfud MD Singgung Dokumen Pilpres 2024 Gibran Cacat: Bilang Belajar Akuntansi, Ditulis Bisnis

Mahfud MD Singgung Dokumen Pilpres 2024 Gibran Cacat: Bilang Belajar Akuntansi, Ditulis Bisnis

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Catat Tanggalnya! ATEEZ Rilis Peta Promosi Album Baru, Golden Hour: Part. 6

Catat Tanggalnya! ATEEZ Rilis Peta Promosi Album Baru, Golden Hour: Part. 6

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC

Misi Arema FC Putus Tren Imbang: Siapkan Formula Jinakkan Playmaker Anyar Bhayangkara FC

Malang | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Shin Tae-yong Tak Bisa Maksimalkan Latihan Persija, Pemanggilan Pemain ke Timnas Jadi Kendala

Shin Tae-yong Tak Bisa Maksimalkan Latihan Persija, Pemanggilan Pemain ke Timnas Jadi Kendala

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Persib Bandung Comeback 3-1 atas Port FC, Marc Klok: Remontada di Asia!

Persib Bandung Comeback 3-1 atas Port FC, Marc Klok: Remontada di Asia!

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern

Resmi Berganti, Kapolda Kepri Baru Ingin Wujudkan Polri yang Modern

Batam | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:36 WIB

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

6 Zodiak Paling Santai dan Anti Drama yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Orang Lain

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Fenomena Downgrade Lifestyle: Saat Anak Muda Berani Lepas Gengsi

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

Gibran Benar-benar Ditinggal Sendirian di Tengah Upaya Pemakzulan

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Ciri-ciri Oksidasi Cushion, Ini Tips Memilih Shade dan Cara agar Makeup Tetap Fresh

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:15 WIB

×