Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.496,891
LQ45 639,675
Srikehati 310,959
JII 394,346
USD/IDR 17.690

Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:42 WIB
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
Ilustrasi Dolar AS Naik. (Freepik)
baca 10 detik
  • Rupiah melemah di pembukaan Selasa (24/2/2026) menjadi Rp16.835 per dolar AS, turun 0,20 persen dari penutupan sebelumnya.
  • Analis menyatakan pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS akibat data ekonomi dan manufaktur yang kuat.
  • Ancaman penerapan tarif baru oleh Trump sebesar 15 persen menambah tekanan pada pergerakan nilai tukar rupiah saat ini.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik melemah pada pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (24/2/2026) dibuka Rp16.835 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini membuat mata uang garuda masuk di zona merah dan turun 0,20 persen dibanding penutupan pada Senin (23/2/2026) yang berada di level Rp16.802 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.818 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah karena faktor global.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data menunjukkan aktivitas ekonomi dan manufaktur AS yg lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia pun mewaspadai mengenai ancaman tarif baru yang membuat rupiah tertekan. Hal ini perlu diantisipasi pemerintah agar mata uang garuda tidak melemah lebih dalam.

"Ancaman tarif baru Trump 15 persen juga ikut membebani range 16.750-16.900," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas uang Asia juga melemah.Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26 persen. Disusul, won Korea Selatan yang ambles 0,23 persen.

Selanjutnya ada baht Thailand yang tertekan 0,22 persen dan peso Filipina terkoreksi 0,19 persen. Lalu, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,18 persen.

Diikuti dolar Taiwan turun 0,16 persen dan dolar Singapura melemah tipis 0,08 persen terhadap the greenback pada pagi ini. Sedangkan, yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,1 persen. Diikuti, dolar Hongkong yang melemah tipis 0,006 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis di Senin Sore

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 16:24 WIB

Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869

Dolar AS Tertekan, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp16.869

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 09:36 WIB

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

IHSG dan Rupiah Rontok Gara-gara Moody's, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 19:27 WIB

Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys

Rupiah Kian Loyo di Rp16.876, Imbas Sentimen Domestik dan Downgrade Moodys

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:17 WIB

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 10:39 WIB

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 09:58 WIB

Terkini

Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun

Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun

Bali | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:59 WIB

Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus

Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta

Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:46 WIB

17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?

17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural

Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan

Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan

Entertainment | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:34 WIB

Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks

Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:23 WIB

Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla

Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla

Kaltim | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup

Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 21:12 WIB

×