- Pemerintah Indonesia merencanakan penerbitan surat utang di pasar internasional menggunakan mata uang Euro dan Yuan offshore.
- Bank of China (Hong Kong), Deutsche Bank, dan HSBC ditunjuk sebagai manajer utama untuk mengawal emisi obligasi tersebut.
- Obligasi Euro dan Yuan akan ditawarkan terpisah dengan tenor bervariasi, diharapkan mendapat peringkat investasi dari lembaga pemeringkat.
Suara.com - Pemerintah Indonesia secara resmi memulai langkah strategis untuk menghimpun dana di pasar internasional melalui rencana penerbitan surat utang dalam dua mata uang asing, yakni Euro dan Yuan offshore.
Berdasarkan dokumen awal tertanggal Selasa (24/2/2026), pemerintah telah menunjuk tiga institusi keuangan raksasa dunia untuk mengawal proses emisi ini.
Ketiga bank yang ditunjuk sebagai joint lead managers sekaligus joint bookrunners adalah Bank of China (Hong Kong), Deutsche Bank, dan HSBC.
Penunjukan ini menegaskan upaya pemerintah dalam menjaga diversifikasi sumber pembiayaan negara di tengah dinamika ekonomi global.
Penawaran dan Tenor Obligasi
Meskipun ukuran final, tingkat kupon, dan harga belum diputuskan, dokumen awal mengungkapkan bahwa masing-masing mata uang akan dibagi ke dalam tiga seri atau tranche.
Menariknya, penawaran obligasi Euro dan Yuan ini merupakan dua transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung satu sama lain.
Berikut adalah rincian tenor (jangka waktu) yang direncanakan:
- Obligasi Offshore Yuan: Dirancang dengan durasi 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun.
- Obligasi Denominasi Euro: Memiliki target jangka menengah hingga panjang, yakni 8 tahun, 12 tahun, dan 20 tahun.
Pemerintah juga telah menjadwalkan pertemuan dengan para investor global (global investor call) pada Selasa kemarin, dengan estimasi transaksi yang dapat dieksekusi paling cepat pada Rabu ini.
Baca Juga: Oversubscribed 2 Kali Lipat, Pasar Sambut Antusias Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan Pegadaian
Kepercayaan pasar internasional terhadap instrumen utang Indonesia tetap solid. Surat utang terbaru ini diperkirakan akan menyandang peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat kredit terkemuka dunia:
Moody’s: Memproyeksikan peringkat Baa2.
Standard & Poor’s (S&P): Memproyeksikan peringkat BBB.
Fitch Ratings: Memproyeksikan peringkat BBB.
Peringkat ini mencerminkan stabilitas ekonomi makro Indonesia yang dinilai mampu memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka panjang.
Langkah penerbitan obligasi dalam mata uang non-dolar AS ini dipandang sebagai strategi cerdas untuk memperluas basis investor dan mengurangi ketergantungan pada satu mata uang tertentu.
Penggunaan Yuan offshore juga sejalan dengan tren global dalam memperkuat hubungan perdagangan dan finansial dengan kawasan Asia Timur.