Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:50 WIB
Impor Cacah Pakaian dari AS Dibuka, Mendag: Bukan untuk Thrifting
Menteri Perdagangan Budi Susanto (Tengah). [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • Mendag Budi Santoso menjamin pakaian impor cacahan dari AS tidak akan beredar sebagai pakaian bekas di dalam negeri.
  • Pemerintah menggunakan Laporan Surveyor (LS) sebagai mekanisme pengawasan utama sebelum barang baku industri tiba di Indonesia.
  • Impor ini sesuai kesepakatan ART, yaitu hanya mengizinkan pakaian yang sudah dihancurkan untuk bahan baku daur ulang.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan cacahan pakaian impor dari Amerika Serikat (AS) tidak akan beredar kembali di dalam negeri.

Pemerintah, kata dia, memastikan barang yang masuk benar-benar berupa bahan baku industri dan diawasi ketat sebelum tiba di Indonesia.

Hal itu disampaikan Budi merespons kekhawatiran pelaku usaha terkait impor tekstil cacahan yang dikhawatirkan akan dijual ulang sebagai pakaian bekas.

"Kan gini, kan sebelum impor kan ada LS-nya, Laporan Surveyor. Jadi dipastikan barangnya memang barang untuk bahan baku industri,” ujar Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Gudang penyimpanan pakaian impor bekas di kawasan Pulogebang, Jakarta, Senin (1/8).
Gudang penyimpanan pakaian impor bekas di kawasan Pulogebang, Jakarta, Senin (1/8).

Ia menjelaskan, mekanisme Laporan Surveyor (LS) menjadi instrumen pengawasan utama untuk memastikan kesesuaian barang impor dengan ketentuan. Dengan adanya LS, pemerintah dapat memverifikasi spesifikasi barang sebelum masuk ke dalam negeri.

"Jadi dipastikan nggak ada masalah. Karena sebelum ke sini ada LS, ya. Laporan Surveyor selama ini kan ada. Ya," kata dia.

Diketahui, Indonesia resmi membuka keran impor pakaian bekas yang telah dihancurkan (shredded worn clothing/SWC) asal Amerika Serikat.

Kebijakan itu merupakan bagian dari kesepakatan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington DC pada 19 Februari 2026.

Pemerintah menegaskan kebijakan tersebut bukan legalisasi impor pakaian bekas utuh. Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyatakan SWC adalah pakaian yang telah dihancurkan dan hanya dapat digunakan sebagai bahan baku industri daur ulang.

Mendag memastikan komoditas tersebut tidak memiliki nilai ekonomi sebagai pakaian siap pakai dan tidak akan merembes ke pasar thrifting. Industri dalam negeri juga disebut telah disiapkan untuk menampung seluruh impor SWC sebagai bahan baku produksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:51 WIB

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bos Agrinas Pangan Akui Sekitar 1.000 Unit Pikap Asal India Tiba di RI

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:21 WIB

Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah

Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB