- IHSG berakhir di zona merah pada Kamis, 26 Februari 2026, turun 1,04 persen ke level 8.235.
- Sektor transportasi dan logistik mencatat pelemahan terdalam, terkoreksi sebesar 4,54 persen hari itu.
- Kondisi pasar hati-hati karena antisipasi rilis data inflasi dan neraca perdagangan pekan depan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 26 Februari 2026 zona merah. IHSG longsor 86,97 poin atau turun 1,04 persen ke level 8.235.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan terdalam tercatat pada sektor transportation & logistic yang terkoreksi 4,54 persen dan menjadi penekan utama pergerakan indeks hari ini.
Pelemahan IHSG juga dipengaruhi sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis sejumlah data penting pekan depan, termasuk inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari.
Selain itu, sentimen juga datang dari laporan bahwa otoritas tengah memantau kondisi ketenagakerjaan menyusul kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor manufaktur utama di Jawa Timur menjelang Hari Raya Lebaran.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/18/75542-ihsg-ihsg-anjlok-bursa-efek-indeks-harga-saham-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 54,17 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 28,08 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,10 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 157 saham bergerak naik, sedangkan 594 saham mengalami penurunan, dan 207 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, MSKY, JAYA, DIVA, IFSH, STAR, XSBC, TKIM, XISC, KAQI, SLIS, INAI, FITT.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, SKBM, ARKO, BUVA, KONI, ELPI, AMAN, HOPE, BLUE, SCNP, MLPT, PSKT.
Baca Juga: PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.