Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 02 Maret 2026 | 06:25 WIB
Perusahaan Maritim dan Kapal Tanker Dunia Umumkan Stop Operasi di Selat Hormuz
Ilustrasi (Unsplash/Galen)
  • Perusahaan pelayaran besar menghentikan pengiriman melalui Selat Hormuz sejak Sabtu (28/2/2026) pasca serangan AS/Israel ke Iran.
  • Ancaman penutupan navigasi oleh Iran dan peringatan AS menyebabkan penumpukan tanker serta mengganggu 20% pasokan minyak dunia.
  • Perusahaan seperti Hapag-Lloyd dan CMA CGM menangguhkan transit atau mengalihkan kapal karena risiko keselamatan di kawasan tersebut.

Suara.com - Dunia logistik dan energi global menghadapi ancaman kelumpuhan total setelah sejumlah perusahaan pelayaran raksasa, pemilik kapal tanker, dan rumah dagang internasional memutuskan untuk menghentikan seluruh pengiriman melalui Selat Hormuz.

Langkah drastis ini diambil pada Sabtu (28/2/2026) menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran, yang dibalas dengan pernyataan Teheran untuk menutup jalur navigasi tersebut.

"Kapal-kapal kami akan tetap bertahan di posisi saat ini untuk beberapa hari ke depan," ungkap seorang eksekutif senior dari salah satu meja dagang utama dunia, seperti yang dilansir melalui Reuters pada Senin (2/3/2026) dini hari.

Citra satelit menunjukkan tumpukan kapal tanker yang tertahan di dekat pelabuhan-pelabuhan besar, seperti Fujairah di Uni Emirat Arab, dan tidak melakukan pergerakan menuju selat vital tersebut.

Misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, melaporkan bahwa sejumlah kapal di kawasan tersebut menerima transmisi radio dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyatakan dengan tegas: "Tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz."

Meskipun Angkatan Laut Inggris menyatakan bahwa perintah Iran tersebut tidak mengikat secara hukum dan menyarankan kapal untuk melintas dengan sangat hati-hati, namun risiko di lapangan tetap ekstrem.

Asosiasi tanker INTERTANKO mengungkapkan bahwa Angkatan Laut AS sendiri telah mengeluarkan peringatan navigasi di seluruh wilayah Teluk, Teluk Oman, dan Laut Arab Utara karena tidak dapat menjamin keselamatan pelayaran.

Sekitar 20% pasokan minyak dunia dari produsen besar seperti Arab Saudi, UEA, Irak, dan Kuwait bergantung pada jalur ini. Selain minyak, distribusi gas alam cair (LNG) dari Qatar juga terancam terhenti total.

Berdasarkan data firma konsultan Kpler, sedikitnya 14 kapal tanker LNG dilaporkan melambat, berbalik arah, atau berhenti di sekitar Selat Hormuz.

Angka ini diprediksi akan terus meningkat, yang berisiko mengganggu stabilitas pasokan energi di negara-negara pengimpor besar.

Beberapa langkah darurat yang diambil perusahaan pelayaran dunia meliputi:

  • Hapag-Lloyd: Menangguhkan seluruh transit melalui Selat Hormuz hingga pemberitahuan lebih lanjut.
  • CMA CGM: Menginstruksikan kapal-kapal yang berada di dalam atau menuju Teluk untuk segera mencari perlindungan (shelter).
  • Kementerian Perkapalan Yunani: Memberikan saran resmi kepada seluruh kapal mereka untuk menghindari Teluk Persia dan Teluk Oman.

Raksasa pelayaran asal Denmark, Maersk, menyatakan tengah melakukan koordinasi intensif dengan mitra keamanan terkait seluruh operasional di Laut Merah dan Teluk Aden.

Meski penerimaan kargo di Timur Tengah masih dibuka, penyesuaian jadwal dan pengalihan rute besar-besaran tidak dapat dihindari akibat eskalasi militer ini.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi titik nadir bagi ekonomi dunia. Jika blokade atau gangguan navigasi ini berlanjut dalam waktu lama, gangguan rantai pasok global diperkirakan akan memicu kenaikan inflasi dan krisis energi di berbagai belahan dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:44 WIB

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:43 WIB

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 22:24 WIB

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:52 WIB

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur

News | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:28 WIB

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Diplomasi Panas: Sikap Tegas Kedubes Iran di Jakarta dan Tawaran Mediasi dari Prabowo Subianto

Video | Minggu, 01 Maret 2026 | 21:15 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB