- Properti Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,5% hingga 2029, sementara investor Indonesia aktif membeli properti residensial di Australia.
- One Global Capital mengakuisisi lahan 1,4 hektare di Five Dock, Sydney, senilai Rp1,5 triliun untuk pengembangan terpadu.
- Proyek senilai AUD1,6 miliar ini akan mencakup 750 unit apartemen, hotel 250 kamar, dan area ritel 10.000 m².
Suara.com - Pasar real estat di kawasan Asia-Pasifik terus menunjukkan pergerakan dinamis pada awal tahun 2026. Di dalam negeri, sektor properti Indonesia diproyeksikan tumbuh stabil di angka 5,5% per tahun hingga 2029.
Di sisi lain, pasar Australia tetap menjadi destinasi diversifikasi aset yang signifikan bagi investor high net worth asal Indonesia yang memprioritaskan transparansi regulasi dan stabilitas nilai jangka panjang.
Data menunjukkan bahwa investor Indonesia secara konsisten berada dalam peringkat 10 besar pembeli asing properti residensial di Australia.
Sepanjang tahun 2023, nilai transaksi dari investor asal tanah air tercatat melampaui AUD100 juta per kuartal. Minat ini didorong oleh proyeksi pertumbuhan nilai properti di kawasan strategis, seperti Inner West Sydney, yang diperkirakan akan mengalami kenaikan nilai hingga 12% pada akhir tahun 2026.
Salah satu aksi korporasi besar yang menjadi sorotan dalam hubungan investasi kedua negara adalah penyelesaian akuisisi lahan oleh One Global Capital, grup usaha yang didirikan oleh Iwan Sunito.
Perusahaan telah merampungkan akuisisi lahan seluas 1,4 hektare di kawasan Five Dock, Sydney, dengan nilai tanah mencapai Rp1,5 triliun.
Lahan premium yang menghadap ke Kings Bay dan pusat bisnis (CBD) Sydney ini akan dikembangkan menjadi proyek terpadu (mixed-use) dengan total nilai estimasi mencapai AUD1,6 miliar atau setara Rp19 triliun.
Pengembangan ini direncanakan mengusung konsep hunian perkotaan terintegrasi yang mencakup sektor residensial, ritel, dan perhotelan.
“Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Dengan kepemilikan dan kendali penuh, kami dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal dalam strategi pengembangan mixed-use,” ujar Iwan Sunito melalui keterangan resminya, Selasa (3/3/2026).
Proyek ini melibatkan kolaborasi profesional lintas negara, mempertemukan keahlian desain dari Indonesia dan Australia. PTI Architect asal Indonesia akan bekerja sama dengan firma internasional seperti Koichi Takada dan Buchan dalam merancang kawasan tersebut.
Secara teknis, proyek skala kota ini akan terdiri dari beberapa komponen utama:
- Residensial: 750 unit apartemen premium yang terbagi dalam lima menara.
- Akomodasi: Hotel berkapasitas 250 kamar yang dilengkapi dengan conference centre seluas 3.000 m².
- Komersial: Pusat ritel dan gaya hidup seluas 10.000 m².
Doddy Tjahjadi, Managing Director PTI Architect, menyatakan bahwa keterlibatan firma Indonesia dalam proyek berskala besar di Australia menunjukkan kompetensi arsitek domestik dalam merancang pusat gaya hidup dan ritel di pasar mancanegara.
Ekspansi strategis yang dilakukan oleh pelaku usaha asal Indonesia di Australia mencerminkan kekuatan finansial dan visi jangka panjang dalam mengincar potensi penciptaan kekayaan lintas negara.
Dengan dukungan platform modular construction dan perhotelan yang telah dibangun dalam tiga tahun terakhir, proyek di Five Dock ini menjadi aset utama dalam memperkuat portofolio investasi luar negeri.