- BPI Danantara dan INA menginvestasikan USD 200 juta ke pabrik CA-EDC milik Chandra Asri di Cilegon, Banten.
- Proyek senilai USD 800 juta ini bertujuan mengurangi impor bahan baku penting serta memperkuat hilirisasi industri.
- Pabrik direncanakan beroperasi 2027, memproduksi 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton EDC per tahun.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Indonesia Investment Authority (INA) mengguyur dana investasi ke proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Proyek pembangunan pabrik kimia ini milik emiten taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Tbk. (TPIA).
Investasi ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) guna memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik dan meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.
Perjanjian ini menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri group.
Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.
![Pabrik Kimia milik Chandra Asri. [Dokumentasi TPIA].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/15/88039-chandra-asri.jpg)
Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik.
Sementara produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, investasi ini untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).
Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar USD 800 juta, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir.
Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.
Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar USD 200 juta atau setara Rp 3,36 Triliun (Kurs Rp 16.848),.
Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.
Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menambahkan Investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor- sektor yang menjadi prioritas nasional.
"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," imbuhnya.
Sementara, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, perseroan menyambut baik partisipasi Danatara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC ini. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini.
"Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," imbuhnya.