Danantara-INA Guyur Dana Rp 3,36 T ke Proyek Pabrik Kimia Milik Prajogo Pangestu

Achmad Fauzi

Selasa, 03 Maret 2026 | 15:08 WIB
Danantara-INA Guyur Dana Rp 3,36 T ke Proyek Pabrik Kimia Milik Prajogo Pangestu
Kerja Sama Danantara dengan INA berinvestasi ke proyek pabrik kimia milik TPIA. [Dokumentasi Danantara].
baca 10 detik
  • BPI Danantara dan INA menginvestasikan USD 200 juta ke pabrik CA-EDC milik Chandra Asri di Cilegon, Banten.
  • Proyek senilai USD 800 juta ini bertujuan mengurangi impor bahan baku penting serta memperkuat hilirisasi industri.
  • Pabrik direncanakan beroperasi 2027, memproduksi 400.000 ton Caustic Soda dan 500.000 ton EDC per tahun.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bersama Indonesia Investment Authority (INA) mengguyur dana investasi ke proyek pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon. Proyek pembangunan pabrik kimia ini milik emiten taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Tbk. (TPIA).

Investasi ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) guna memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik dan meningkatkan ketahanan pasokan dalam negeri.
 
Perjanjian ini menandai fase komitmen modal dalam mendukung pembangunan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten yang dikembangkan dan dioperasikan oleh Chandra Asri group.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

Pabrik Kimia milik Chandra Asri. [Dokumentasi TPIA].
Pabrik Kimia milik Chandra Asri. [Dokumentasi TPIA].

Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik.

Sementara produksi EDC tidak hanya mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, investasi ini untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (3/3/2026).

Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar USD 800 juta, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir.

Caustic Soda digunakan sebagai bahan baku yang digunakan dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

baca juga

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar USD 200 juta atau setara Rp 3,36 Triliun (Kurs Rp 16.848),.

Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menambahkan Investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor- sektor yang menjadi prioritas nasional.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," imbuhnya.

Sementara, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra mengatakan, perseroan menyambut baik partisipasi Danatara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CA-EDC ini. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini.

"Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya," imbuhnya. 

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton Ethylene Dichloride.

Fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjelasan Investasi Triliunan Danantara dan INA di Proyek Strategis TPIA

Penjelasan Investasi Triliunan Danantara dan INA di Proyek Strategis TPIA

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:57 WIB

Gas Mako Masuk Tahap Implementasi FID, Sinyal Investasi Hulu Migas Kembali Bergairah

Gas Mako Masuk Tahap Implementasi FID, Sinyal Investasi Hulu Migas Kembali Bergairah

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×