Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 03 Maret 2026 | 20:40 WIB
Chandra Asri Nyatakan Force Majeure, Konflik di Israel & AS vs Iran Jadi Penyebab
PT Chandra Asri Pacific pada Selasa (3/3/2026) menyatakan status force majeure setelah terdampak konflik di Teluk antara Israel, AS dan Iran. [Dokumentasi TPIA].
  • PT Chandra Asri Pacific menyatakan force majeure pada 3 Maret 2026 karena gangguan suplai bahan baku dari Selat Hormuz akibat konflik.
  • Chandra Asri menyesuaikan tingkat operasional pabrik sebagai langkah pencegahan terhadap ketidakpastian pasokan bahan baku global tersebut.
  • Perusahaan ini menandatangani kesepakatan investasi $200 juta dengan Danantara dan INA untuk proyek CA-EDC di Cilegon yang ditargetkan beroperasi 2027.

Suara.com - Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific pada Selasa (3/3/2026) menyatakan status force majeure, dengan alasan gangguan pada pengiriman bahan baku melalui Selat Hormuz menyusul pecahnya perang antara Israel dan Amerika Serikat vs Iran di Teluk.

PT Chandra Asri Pacific menginformasikan kepdaa pelanggan mengenai gangguan ini melalui pemberitahuan tertanggal 2 Maret, demikian dilansir dari Bloomberg News. Perusahaan juga mengatakan durasi force majeure ini masih belum pasti.

“Kami memantau secara saksama situasi yang berkembang antara Amerika Serikat dan Iran dan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami,” kata perusahaan dalam pernyataan resminya.

“Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, kami akan menyesuaikan tingkat operasional (run rates) di pabrik-pabrik kami," imbuh perusahaan milik Konglomerat Prajogo Pangestu tersebut.

Konflik antara Iran, Israel, dan AS telah mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, dengan sangat sedikit kapal tanker minyak yang melakukan transit sejak terjadinya serangan di wilayah tersebut. Sekitar seperlima dari pasokan minyak dan gas LNG dunia melewati jalur perairan sempit tersebut.

Chandra Asri mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia yang memproduksi olefin dan polyolefin, dengan kilan berkapasitas 237.000 barel per hari dan naphtha cracker berkapasitas 0,9 juta metrik ton per tahun.

Teken Kerja Sama dengan Danantara

Pengumuman ini disampaikan di hari yang sama dengan penandatanganan kepakatan antara Chandra Asri dengan Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) terkait produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik.

Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani ketiga pihak, di mana Danantara Indonesia dan INA merupakan investor strategis dalam proyek tersebut.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan perjanjian itu menegaskan komitmen Danantara untuk memperkuat industri-industri strategis nasional yang memberikan nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia," ujar Pandu.

Pengganti Sementara Ketua Dewan Direktur INA Eddy Porwanto mengatakan investasi itu mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA untuk menggerakkan modal pada sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional.

Ia mengatakan kolaborasi itu bertujuan untuk membangun fondasi permodalan yang kuat untuk mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan.

"Upaya ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, serta memperkuat daya saing dan ketahanan industri nasional," ujar Eddy.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra berharap proyek CA-EDC tersebut dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Selat Hormuz Membara, Bahlil Putar Haluan Impor Minyak ke Amerika

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 18:23 WIB

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:38 WIB

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

Pengamat UGM Soroti Risiko Cadangan BBM 20 Hari di Tengah Perang AS- Iran

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:34 WIB

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Perang AS & Israel vs Iran Kunci Selat Hormuz, Krisis BBM di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:05 WIB

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?

Bisnis | Minggu, 01 Maret 2026 | 00:37 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB