Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]
  • Bank Indonesia menjamin stabilitas rupiah, menyatakan pelemahan relatif lebih baik dibanding mata uang regional per Rabu (4/3/2026).
  • BI akan melakukan intervensi tegas melalui NDF, transaksi spot, dan pembelian SBN untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Cadangan devisa Indonesia tetap kuat pada USD154,6 miliar, didukung arus masuk modal asing Rp25,7 triliun di 2026.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah stabil. Deputy Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan pelemahan rupiah masih lebih baik dibandingkan mata uang negara lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,30 persen dibanding penutupan pada Selasa (27/2/2026) yang berada di level Rp 16.872 per dolar AS.

"Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51 persen relatif lebih baik dibandingkan regional," katanya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kata dia, BI akan terus intervensi yang tegas dan konsisten akan terus kami lakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar untuk mencegah dampak dari meluasnya konflik Timur Tengah," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa cadangan devisa tetap terjaga di level 154,6 milyar dolar AS akhir Januari 2026. Apalagi, Destry meyakini bahwa modal asing yang masuk di pasar keuangan masih cukup deras.

"Cadangan devisa tetap terjaga, arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah

Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis

Penerimaan Pajak Naik, Nilai Tukar Rupiah Kembali Menguat pada Kamis

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:01 WIB

Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754

Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial

Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839

Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:41 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB