Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial

Liberty Jemadu | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:51 WIB
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
Penguatan rupiah pada Rabu (25/2/2026) dipicu pelemahan dolar AS setelah pidato kontroversial Presiden Trump mengenai tarif global. (Suara.com/Alfian Winanto)
  • Rupiah menguat 0,17 persen pada penutupan Rabu (25/2/2026) menjadi Rp16.800 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu pelemahan dolar AS setelah pidato kontroversial Presiden Trump mengenai tarif global.
  • Faktor domestik penguat rupiah adalah adanya masuknya dana asing ke pasar ekuitas Indonesia hari itu.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah berbalik menguat pada penutupan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (25/2/2026) ditutup Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat 0,17 persen dibanding penutupan pada Selasa (24/2/2026) yang berada di level Rp 16.829 dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.813 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat lebih dikarenakan dikarenakan faktor global, khususnya karena dolar yang melemah setelah pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump yang kontroversial pada Selasa malam waktu AS (24/2/2026).

"DXY (indeks dolar AS) sendiri berbalik turun merespon pidato Trump yang mengatakan tidak akan ada perubahan pada kebijakan tarifnya," jelasnya.

Adapun dalam pidatonya yang lama dan membosankan, Trump mengeklaim bahwa hampir semua negara ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang sudah mereka teken dengan AS, termasuk Indonesia yang mengesahkan perjanjian tarif resiprokal pada pekan lalu di Washington DC.

Klaim Trump itu disampaikan ketika banyak studi di AS menunjukkan bahwa tarif justru membuat konsumen Amerika membayar lebih mahal untuk membeli barang-barang impor dan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian AS.

Alih-alih kini sejumlah besar perusahaan di AS mulai mengantr untuk meminta refund atau pengembalian dana yang mereka bayarkan untuk menggantikan tarif yang disematkan pemerintah AS ke barang impor - karena sejatinya tarif Trump dibayar oleh konsumen AS.

Sementara dari dalam negeri, terang Lukman, rupiah menguat karena masuknya dana asing di pasar ekuitas.

"Rupiah menguat didukung oleh sentimen risk on dan inflow dana asing di pasar ekuitas domestik," katanya saat dihubungi Suara.com.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,58 persen. Disusul, peso Filipina yang sudah ditutup melesat 0,43 persen.

Selanjutnya ada dolar Taiwan yang juga sudah ditutup terkerek 0,42 persen. Lalu ada dolar Singapura dan yuan China yang sama-sama menanjak 0,22 persen. Kemudian ada dolar Hongkong yang menguat tipis 0,03 persen terhadap the greenback.

Sementara itu, yen Jepang menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang melemah setelah turun 0,05 persen pada sore ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia

Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:15 WIB

Donald Trump Dihadapkan pada Tuntutan Pengembalian Dana Tarif Rp2.700 Triliun

Donald Trump Dihadapkan pada Tuntutan Pengembalian Dana Tarif Rp2.700 Triliun

Video | Rabu, 25 Februari 2026 | 14:00 WIB

Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839

Rupiah Masih Belum Punya Tenaga, Dolar AS Masih di Level Rp16.839

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:41 WIB

Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD

Rupiah Masih Berotot Hari Ini, Ditutup di Level Rp 16.829/USD

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi

Pemerintah: Tarif Trump ke Produk RI Masih Berpeluang Direvisi

Video | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:00 WIB

Terkini

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:40 WIB

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 16:27 WIB

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:53 WIB

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:41 WIB

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 15:12 WIB

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 14:59 WIB

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:44 WIB

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:38 WIB

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 13:35 WIB

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 11:54 WIB