Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.482,878
LQ45 745,920
Srikehati 348,189
JII 516,980
USD/IDR 17.107

Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninggalkan ruang acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)
  • S&P Global Ratings pada 26 Februari 2026 menyoroti lonjakan biaya utang yang menekan profil kredit Indonesia.
  • Biaya pembayaran bunga utang Indonesia diperkirakan telah melampaui ambang batas aman 15% dari pendapatan negara.
  • Dampak peringatan ini meliputi kenaikan biaya pinjaman, pelemahan Rupiah, dan potensi terkurasnya cadangan devisa.

Suara.com - S&P Global Ratings, memberikan sinyal waspada terhadap kondisi keuangan negara Indonesia.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis (26/2/2026), S&P menyoroti lonjakan biaya utang yang berpotensi menekan profil kredit Indonesia ke arah negatif.

Titik tekan utama dalam peringatan ini adalah biaya pembayaran bunga utang yang dinilai sudah melampaui batas aman.

Analis S&P, Rain Yin, mengungkapkan bahwa pembayaran bunga utang Indonesia kemungkinan besar telah melewati ambang batas kritis sebesar 15% dari total pendapatan negara sepanjang tahun lalu.

Angka 15% ini adalah indikator vital. Selama ini, Indonesia dikenal disiplin menjaga biaya bunga di bawah level tersebut. Namun, sejak pandemi, rasio ini melonjak dan tidak kunjung turun dengan cepat.

"Jika biaya bunga terus bertahan di atas ambang batas 15% secara konsisten, hal ini dapat memicu penilaian rating yang lebih buruk bagi Indonesia," ujar Rain Yin dalam sebuah webinar regional.

Kondisi ini diperparah oleh pendapatan negara yang melemah. Tahun lalu, defisit anggaran Indonesia membengkak hingga 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati batas maksimal undang-undang sebesar 3%.

S&P melihat tren ini bergerak terlalu cepat ke arah risiko yang membahayakan bantalan fiskal nasional.

Masalah utang ini tidak berdiri sendiri. S&P menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor asing agar tidak terjadi penarikan modal besar-besaran (capital outflow).

Jika kepercayaan ini runtuh, ada beberapa dampak berantai yang akan dirasakan masyarakat:

  • Biaya Pinjaman Naik: Pemerintah dan pelaku usaha akan kesulitan mendapatkan pinjaman murah, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Rupiah Melemah: Penarikan dana asing akan menekan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Cadangan Devisa Terkuras: Bank Indonesia terpaksa menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang.

Peringatan S&P ini menyusul langkah Moody’s Ratings yang sebelumnya sudah mengubah prospek (outlook) rating Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada awal Februari lalu.

Moody’s menyoroti pelemahan tata kelola dan risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, indeks MSCI juga sempat memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia, yang sempat memicu kejatuhan harga saham beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:54 WIB

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:49 WIB

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:46 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:06 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Purbaya Siapkan Bea Keluar Batu Bara Gegara Banyak Selundupan, Nikel Menyusul

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:56 WIB

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Ekonom UI Ramalkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I 2026 Capai 5,54 Persen

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:54 WIB

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Harga Minyak dan Emas Bakal Meroket Efek Nego AS-Iran Buntu, Bagaimana Nasib BBM RI?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB