Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah

M Nurhadi

Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninggalkan ruang acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings pada 26 Februari 2026 menyoroti lonjakan biaya utang yang menekan profil kredit Indonesia.
  • Biaya pembayaran bunga utang Indonesia diperkirakan telah melampaui ambang batas aman 15% dari pendapatan negara.
  • Dampak peringatan ini meliputi kenaikan biaya pinjaman, pelemahan Rupiah, dan potensi terkurasnya cadangan devisa.

Suara.com - S&P Global Ratings, memberikan sinyal waspada terhadap kondisi keuangan negara Indonesia.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis (26/2/2026), S&P menyoroti lonjakan biaya utang yang berpotensi menekan profil kredit Indonesia ke arah negatif.

Titik tekan utama dalam peringatan ini adalah biaya pembayaran bunga utang yang dinilai sudah melampaui batas aman.

Analis S&P, Rain Yin, mengungkapkan bahwa pembayaran bunga utang Indonesia kemungkinan besar telah melewati ambang batas kritis sebesar 15% dari total pendapatan negara sepanjang tahun lalu.

Angka 15% ini adalah indikator vital. Selama ini, Indonesia dikenal disiplin menjaga biaya bunga di bawah level tersebut. Namun, sejak pandemi, rasio ini melonjak dan tidak kunjung turun dengan cepat.

"Jika biaya bunga terus bertahan di atas ambang batas 15% secara konsisten, hal ini dapat memicu penilaian rating yang lebih buruk bagi Indonesia," ujar Rain Yin dalam sebuah webinar regional.

Kondisi ini diperparah oleh pendapatan negara yang melemah. Tahun lalu, defisit anggaran Indonesia membengkak hingga 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati batas maksimal undang-undang sebesar 3%.

S&P melihat tren ini bergerak terlalu cepat ke arah risiko yang membahayakan bantalan fiskal nasional.

Masalah utang ini tidak berdiri sendiri. S&P menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor asing agar tidak terjadi penarikan modal besar-besaran (capital outflow).

baca juga

Jika kepercayaan ini runtuh, ada beberapa dampak berantai yang akan dirasakan masyarakat:

  • Biaya Pinjaman Naik: Pemerintah dan pelaku usaha akan kesulitan mendapatkan pinjaman murah, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Rupiah Melemah: Penarikan dana asing akan menekan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Cadangan Devisa Terkuras: Bank Indonesia terpaksa menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang.

Peringatan S&P ini menyusul langkah Moody’s Ratings yang sebelumnya sudah mengubah prospek (outlook) rating Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada awal Februari lalu.

Moody’s menyoroti pelemahan tata kelola dan risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, indeks MSCI juga sempat memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia, yang sempat memicu kejatuhan harga saham beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:54 WIB

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:49 WIB

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:46 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:06 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×