Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah

M Nurhadi

Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:15 WIB
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
Presiden RI Prabowo Subianto saat meninggalkan ruang acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings pada 26 Februari 2026 menyoroti lonjakan biaya utang yang menekan profil kredit Indonesia.
  • Biaya pembayaran bunga utang Indonesia diperkirakan telah melampaui ambang batas aman 15% dari pendapatan negara.
  • Dampak peringatan ini meliputi kenaikan biaya pinjaman, pelemahan Rupiah, dan potensi terkurasnya cadangan devisa.

Suara.com - S&P Global Ratings, memberikan sinyal waspada terhadap kondisi keuangan negara Indonesia.

Dalam laporan terbaru yang dirilis Kamis (26/2/2026), S&P menyoroti lonjakan biaya utang yang berpotensi menekan profil kredit Indonesia ke arah negatif.

Titik tekan utama dalam peringatan ini adalah biaya pembayaran bunga utang yang dinilai sudah melampaui batas aman.

Analis S&P, Rain Yin, mengungkapkan bahwa pembayaran bunga utang Indonesia kemungkinan besar telah melewati ambang batas kritis sebesar 15% dari total pendapatan negara sepanjang tahun lalu.

Angka 15% ini adalah indikator vital. Selama ini, Indonesia dikenal disiplin menjaga biaya bunga di bawah level tersebut. Namun, sejak pandemi, rasio ini melonjak dan tidak kunjung turun dengan cepat.

"Jika biaya bunga terus bertahan di atas ambang batas 15% secara konsisten, hal ini dapat memicu penilaian rating yang lebih buruk bagi Indonesia," ujar Rain Yin dalam sebuah webinar regional.

Kondisi ini diperparah oleh pendapatan negara yang melemah. Tahun lalu, defisit anggaran Indonesia membengkak hingga 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), mendekati batas maksimal undang-undang sebesar 3%.

S&P melihat tren ini bergerak terlalu cepat ke arah risiko yang membahayakan bantalan fiskal nasional.

Masalah utang ini tidak berdiri sendiri. S&P menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor asing agar tidak terjadi penarikan modal besar-besaran (capital outflow).

baca juga

Jika kepercayaan ini runtuh, ada beberapa dampak berantai yang akan dirasakan masyarakat:

  • Biaya Pinjaman Naik: Pemerintah dan pelaku usaha akan kesulitan mendapatkan pinjaman murah, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Rupiah Melemah: Penarikan dana asing akan menekan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Cadangan Devisa Terkuras: Bank Indonesia terpaksa menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi guna menstabilkan mata uang.

Peringatan S&P ini menyusul langkah Moody’s Ratings yang sebelumnya sudah mengubah prospek (outlook) rating Indonesia dari Stabil menjadi Negatif pada awal Februari lalu.

Moody’s menyoroti pelemahan tata kelola dan risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Selain itu, indeks MSCI juga sempat memperingatkan kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia, yang sempat memicu kejatuhan harga saham beberapa waktu lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:54 WIB

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:49 WIB

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:46 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

S&P Peringatkan Indonesia soal Tekanan Fiskal, Ada Risiko Penurunan Rating

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 22:06 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×