Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 506 Miliar di 2025

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:54 WIB
SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 506 Miliar di 2025
Ilustrasi SMBC
  • SMBC Indonesia mencatatkan total aset Rp245,9 triliun dan kredit Rp185,4 triliun pada Desember 2025, didorong segmen korporasi.
  • Bank mempertahankan kesehatan likuiditas dengan LCR 229,4 persen dan CAR konsolidasi mencapai 29,3 persen akhir 2025.
  • Pendapatan operasional konsolidasi naik 5,8 persen menjadi Rp18,4 triliun, menghasilkan laba bersih Rp506 miliar tahun 2025.

Suara.com - PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (SMBC Indonesia) membukukan pertumbuhan pada 2025 melalui manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian untuk senantiasa memberikan layanan finansial komprehensif ke berbagai segmen ritel dan bisnis, mulai dari ultramikro sampai korporasi.

"Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik," ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar seperti dikutip, Rabu (4/3/2026).

Per akhir Desember 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi mencapai Rp245,9 triliun, tumbuh 2,0 persen secara tahunan (yoy).

Di sisi kredit, SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 3,3 persen yoy menjadi Rp 185,4 triliun pada akhir 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah segmen, seperti segmen korporasi dan komersial yang meningkat 6,5 persen yoy dan realisasi kredit Jenius di luar Digital Micro yang tumbuh 11,3 persen yoy.

Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN)  memastikan telah merubah nama menjadi SMBC Indonesia.
Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) memastikan telah merubah nama menjadi SMBC Indonesia.

Realisasi penyaluran kredit konsolidasi sepanjang 2025 juga ditopang oleh struktur pendanaan yang semakin efisien, dengan nilai pendanaan berbasis dana murah (CASA) yang naik 16,7 persen yoy menjadi Rp 53,2 triliun dan rasio CASA yang tumbuh menjadi 40,6 persen.

Secara konsolidasi, total DPK SMBC Indonesia tumbuh 8,0 persen yoy menjadi Rp 131,0 triliun pada akhir tahun lalu untuk menopang kebutuhan pendanaan tahun 2025.

SMBC Indonesia senantiasa menjaga rasio likuiditas dan pendanaan di tingkat yang sehat, dengan Liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 123,0 persen per 31 Desember 2025.

Kedua rasio tersebut juga merefleksikan upaya SMBC Indonesia dalam menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga likuiditas dan permodalan tetap kuat.

Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi tercatat di angka 29,3 persen pada akhir tahun 2025. Angka CAR tersebut di atas rata-rata industri 25,9 persen dan menunjukkan ruang untuk lebih mengembangkan bisnis dan melayani lebih banyak nasabah di berbagai segmen ke depannya.

Bank mencatatkan gross non-performing loan ratio atau kredit macet secara konsolidasi berada di level 2,6 persen pada akhir Desember 2025, sedikit membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025. Perbaikan ini merupakan upaya untuk senantiasa menerapkan manajemen risiko yang sehat.

Pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia sebesar Rp18,4 triliun, meningkat 5,8 persen yoy. Pendapatan bunga bersih tumbuh 4,6 persen yoy, dengan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) terjaga di level 7,0 persen di tengah suku bunga kredit yang kompetitif, kenaikan biaya pendanaan, dan volatilitas pasar yang terus berjalan.

Secara konsolidasi, SMBC Indonesia memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama di anak perusahaan, yaitu Grup OTO.

SMBC Indonesia menilai pencadangan tersebut merupakan respons yang bijaksana terhadap dinamika ekonomi pada tahun 2025, serta upaya perusahaan induk konglomerasi keuangan (PIKK) dalam menerapkan prinsip kehati-hatian dan menjaga permodalan tetap kokoh.

"Kenaikan CKPN secara konsolidasi merupakan upaya kita sebagai PIKK untuk senantiasa meningkatkan standar penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga kualitas aset dan ketahanan bank. Dengan demikian, laba bersih konsolidasi SMBC Indonesia yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang tercatat sebesar Rp 506 miliar untuk tahun 2025," jelas Henoch.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group

Laba Meroket, Segini Besaran Dividen Maybank Group

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:26 WIB

Gawat! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp98,54 Triliun, Kredit Macet Mulai Menghantui

Gawat! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp98,54 Triliun, Kredit Macet Mulai Menghantui

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 17:58 WIB

Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri

Jaga Harga Bahan Pokok, BI Perkuat Kredit Pangan Jelang Idulfitri

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 07:50 WIB

Terkini

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Target Tembus Rp563 Miliar, CBDK Optimis Properti PIK 2 Makin Dilirik Investor

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:36 WIB

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Awas, Risiko Kebocoran Solar Subsidi Imbas Harga BBM Nonsubsidi Naik Gila-gilaan

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:32 WIB

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

BBRI atau BMRI? Pakar Senior Ini Ungkap Saham Pilihannya untuk Jangka Panjang

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 19:22 WIB

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Cara Andi Hakim Tilap Dana Nasabah Rp28 Miliar, Modus 'BNI Deposito Investment'

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 14:51 WIB

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:51 WIB

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:33 WIB

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Tak Ditentukan, Gegara Ulah Trump

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 12:26 WIB

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Pemerintah Segera Tutup Praktik Open Dumping di Seluruh TPA

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 11:17 WIB

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Pemerintah Mulai Kaji Kereta Papua, Rute Sentani-Kota Jayapura Jadi Proyek Awal

Bisnis | Minggu, 19 April 2026 | 10:47 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB